Ini Alasan Taisho Ingin 'Minggat' dari Pasar Modal

Ini Alasan Taisho Ingin 'Minggat' dari Pasar Modal

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 25 Okt 2017 15:54 WIB
Ini Alasan Taisho Ingin Minggat dari Pasar Modal
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBB) berniat menghapus sahamnya dari papan perdagangan pasar modal. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun mengamini permintaan voluntary delisting tersebut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, manajemen SQBB telah memenuhi persyaratan voluntary delisting dengan membeli sisa saham di publik (tender offer) di pasar negosiasi. Dengan begitu saham SQBB sudah siap untuk dihapus.

"Ada proses ambil di pasar nego, tender offer segala macam. Proses delisting kan kurangi sisa saham publiknya. Tapi enggak semua juga, mereka yang masih pegang enggak mau jual tetap jadi pemegang sahamnya. Tapi prosesnya sudah selesai. Mereka sudah bisa di-delisting," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsul mengungkapkan, manajemen ingin minggat dari pasar modal lantaran merasa tak mampu memenuhi persyaratan untuk menjadi emiten. Salah satunya enggan memenuhi persyaratan pelepasan saham di publik (free float) sebesar 7,5%.

"Mereka mungkin ada kesulitan untuk melakukan corporate action untuk memenuhi regulasi, terutama untuk free float. Mereka mungkin enggak ada corporate action melakukan itu makanya ingin delisting," tukasnya.

Sekadar informasi, saham SQBB yang dilepas ke publik saat ini hanya 2,03%. Sementara sisanya dikuasai oleh Taisho Pharmaceutical Co.Ltd.

Sebagai tindak lanjut dari dari permintaan voluntary delisting itu, BEI pun kini telah menghentikan perdagangan saham (suspensi) SQBB dan saham preferen SQBI di pasar negosiasi mulai sesi I perdagangan saham hari ini hingga pengumuman lebih lanjut.

Sebelumnya saham perseroan telah disuspensi di seluruh pasar pada 17 September 2009. Lalu pada 24 September 2009 saham SQBB hanya bisa diperdagangkan di pasar negosiasi dan kemudian suspensi di seluruh pasar kembali dilanjutkan pada 2 Februari 2017. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads