Asing Jual Saham Rp 4,4 Triliun, IHSG Menipis ke 6.031

Asing Jual Saham Rp 4,4 Triliun, IHSG Menipis ke 6.031

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 02 Nov 2017 16:35 WIB
Asing Jual Saham Rp 4,4 Triliun, IHSG Menipis ke 6.031
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatan setelah tadi siang sempat mencetak rekor secara intraday di posisi 6.082. Derasnya aksi jual asing membuat IHSG tak berdaya.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.550 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.575.

Pada perdagangan preopening, IHSG naik 13,883 poin (0,22%) ke level 6.052,029. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 3,538 poin (0,35%) ke level 1.003,828.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan, Kamis (2/11/2017), IHSG dibuka bertambah 10,644 poin (0,18%) ke level 6.048,168. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 4,325 poin (0,53%) ke level 1.005,494.

Hingga pukul 09.10 waktu JATS, IHSG melaju 18,563 poin (0,31%) ke level 6.056,709. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,728 poin (0,57%) ke level 1.006,018.

Belum berhenti menguat, IHSG masih melaju positif siang ini. IHSG naik 26,003 poin (0,43%) ke 6.064,149. Indeks LQ45 menguat 7,767 poin (0,78%) ke 1.008,057.

Sayang penguatan IHSG tak bertahan hingga penutupan perdagangan sore ini. IHSG turun Tipis 7,039 poin (0,12%) ke 6.031,107. Indeks LQ45 menguat tipis 1,129 poin (0,11%) ke 1.001,419.

Sore ini ISHG mencetak posisi tertinggi di 6.082,229 yang menjadikannya rekor tertinggi secara intraday. Sementara posisi terendah tercatat di 6.031,107.

Laju pelemahan IHSG terpengaruh derasnya aksi jual asing yang mencapai Rp 4,4 triliun sore ini.

Laju IHSG juga diwarnai adanya transaksi tutup sendiri alias crossing pada saham dua emiten yakni Bank Sinarmas (BSIM) dan Sinarmas Multiartha (SMMA).

Ada 6 sektor saham yang mengalami pelemahan siang ini. Sektor infrastruktur naik 1,06% yang menjadikannya paling perkasa dibanding sektor saham lainnya. Sebanyak 135 saham menguat, 200 saham melemah dan 136 saham stagnan.

Perdagangan saham sore ini pun terpantau sangat ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 334.580 kali transaksi sebanyak 10,1 miliar lembar saham senilai Rp 12,4 triliun.

Dow Jones naik 0,25% ditutup pada level 23,435. Sesuai ekpektasi pasar, rapat FOMC memutuskan tidak mengubah kebijakan suku bunga. The Fed diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam rapat FOMC bulan Desember.

Bursa-bursa Asia sore ini bergerak negatif. Hanya bursa saham Jepang yang masih melaju positif.

Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 119,039 poin (0,53%) ke level 22.539,119.
  • Indeks Hang Seng melemah 75,420 poin (0,26%) ke level 28.518,641.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 12,600 poin (0,37%) ke level 3.383,310.
  • Indeks Straits Times menipis 11,110 poin (0,33%) ke level 3.380,500.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 10.150, M Cash (MCAS) naik Rp 510 ke Rp 2.580, Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 22.500 dan AKR Corporindo (AKRA) naik Rp 300 ke Rp 7.575.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah United Tractors (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 35.500, Metropolitan Kentjana (MKPI) turun Rp 625 ke Rp 33.975, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 525 ke Rp 49.075 dan Kioson Komersial (KIOS) turun Rp 400 ke Rp 2.600. (dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads