Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Nov 2017 18:14 WIB

Holding BUMN Tambang Terbentuk, Inalum Bakal Ganti Nama

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Holding BUMN Tambang telah resmi terbentuk. Setelah akta inbreng telah diteken, hari ini pemegang saham PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ATNM) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) telah merestui perpindahan saham pemerintah ke PT Indonesia Asahan Inalum (Persero) (Inalum).

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin memberikan sinyal bahwa nantinya akan ada perubahan nama dari Inalum selaku holding. Sama seperti pembentukan holding BUMN semen, yang mana PT Semen Gersik berubah nama menjadi PT Semen Indonesia yang kemudian melakukan spin off sehingga Semen Gresik ada lagi.

"Oh iya, nama holdingnya nanti kita akan rembukan, kita akan cari," tuturnya usai konferensi pers holding BUMN tambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11/2017).


Budi mengaku saat ini belum dibahas mengenai nama yang nantinya akan dipakai. Namun sepertinya namanya akan berbau nasionalis. "Nasionalis bagus juga itu," imbuhnya.

Sekadar informasi saat ini pemerintah memegang 65% saham Antam, 65,02% di PTBA dan 65% di Timah. Saham yang berupa seri B itu itu telah dialihkan ke Inalum. Sementara pemerintah masih mengempit saham seri A atau dwi warna di tiga BUMN tersebut.

Berdasarkan hasil RUPSLB Antam, sebanyak 95% dari pemegang saham yang hadir merestui, lalu untuk Timah 90% pemegang saham merestui dan PTBA sebanyak 92%.

"Sebenarnya saya (Inalum) rata-rata memiliki 65% saham di mereka. Jadi kalau saya setuju kemungkinan besar kuorum. Tapi ini sudah dipastikan kuorum," tandasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com