Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Nov 2017 19:23 WIB

Inalum Tak Ubah Besaran Pembagian Dividen Antam Cs

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - PT Indonesia Asaham Aluminium (Persero) (Inalum) telah resmi menjadi holding BUMN tambang. Sementara anggotanya yakni PT Timah (Persero) Tbk (TINS), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ATNM) dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).

Saham seri B milik pemerintah di 3 perusahaan tambang berplat merah itu pun telah resmi berpindah ke Inalum. Sementara pemerintah masih mengempit saham seri A atau dwi warna.

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, meski kini Inalum yang menjadi pemegang saham mayoritas ketiga perusahaan anggota holding tersebut, namun pihaknya tidak akan mengubah kebijakan pembagian dividen. Tentu hal itu meredam kekhawatiran pemegang saham publik

"Untuk dividen kita tidak ada rencana mengubah secara drastis kebijakan dividen, itu kan penting buat investor publik," tuturnya dalam acara konferensi pers holding BUMN tambang di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (29/11/2017).


Budi menjelaskan, porsi pembagian dividen dari ketiga anggota holding BUMN tambang tersebut akan tetap di kisaran 30-35% dari laba bersih. Porsi tersebut pun akan tetap dipertahankan.

Sekadar informasi saat ini pemerintah memegang 65% saham Antam, 65,02% di PTBA dan 65% di Timah. Saham yang berupa seri B itu itu telah dialihkan ke Inalum. Sementara pemerintah masih mengempit saham seri A atau dwi warna di tiga BUMN tersebut.


Berdasarkan hasil RUPSLB Antam, sebanyak 95% dari pemegang saham yang hadir merestui, lalu untuk Timah 90% pemegang saham merestui dan PTBA sebanyak 92%.

"Sebenarnya saya (Inalum) rata-rata memiliki 65% saham di mereka. Jadi kalau saya setuju kemungkinan besar kuorum. Tapi ini sudah dipastikan kuorum," tandasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com