Follow detikFinance
Kamis, 14 Des 2017 18:15 WIB

Hary Tanoe Curiga Saham MNC Digelapkan, Begini Kronologinya

Danang Sugianto - detikFinance
Hary Tanoe Soedibjo (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto) Hary Tanoe Soedibjo (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto)
Jakarta - MNC Group meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Hal itu lantaran adanya dugaan penggelapan saham MNCN.

Permintaan suspensi tersebut lantaran adanya transaksi crossing saham MNCN yang sebelumnya dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dengan pihak investor asing atas nama Nomine PB Nominess Ltd.

Transaksi tersebut berdasarkan perjanjian Repurchase Agreement (Repo), alias nantinya saham yang dijual akan dibeli kembali. Namun setelah saham MNCN berpindah tangan namun pihak pembeli belum melakukan pembayaran, bahkan saham MNCN diduga sudah dijual kembali

Pihak MNC Grup pun bersurat kepada para SRO yakni BEI, KPEI dan KSEI untuk meminta membatalkan penyelesaian transaksi (settlement) saham MNCN. Berikut kronologi yang dijelaskan dalam surat tersebut yang diterima detikFinance, Kamis (14/12/2017).

1. Pada tanggal 22 November 2017, PT Global Mediacom Tbk menitipkan saham MNCN sejumlah 254,168,663 saham di kustodian Citibank atas rekening Nomura PB Nominees Ltd.

2. Pada tanggal 7 dan 8 Desember 2017, terjadi penjualan saham di atas melalui broker Nomura sejumlah masing-masing 7 juta dan 12 juta saham. Diduga settlement sudah terlanjur terjadi.

3. Pada tanggal 11 dan 12 Desember 2017, terjadi penjualan atas saham-saham di atas sejumlah masing-masing 11 juta saham yang settlement-nya akan terjadi hari ini, tanggal 14 Desember 2017 dan besok tanggal 15 Desember 2017.

4. Sehubungan dengan butir 3 di atas, kami mohon agar KSEI dan KPEI tidak melakukan settlement atas transaksi dimaksud. Terlampir kami sampaikan laporan polisi atas kasus di atas.

5. Pada tanggal 13 Desember 2017, juga terjadi transaksi atas saham dimaksud yang settlementnya akan terjadi tanggal 18 Desember 2017. Kami mohon juga dilakukan pemblokiran agar tidak dilakukan settlement. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed