Hal ini dikarenakan keputusan BI yang konsisten dalam menjaga stabilitas makroekonomi dengan mempertahankan suku bunga 7days RR di level 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,50% dan Lending Facility sebesar 5,00%.
Selain itu, keputusan Federal Reserve yang sesuai dengan ekspektasi pasar turut menjadi penggerak indeks. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) senilai Rp 137,10 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0,10% ke level Rp 13.576.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun data tersebut yakni Klaim pengangguran per 09 Desember turun sebanyak 11.000 orang menjadi 225.000 orang lebih rendah dibanding periode sebelumnya yang sebanyak 236.000 orang, data ini merupakan yang terendah selama 5 tahun terakhir.
Kemudian dari penjualan ritel AS bulan November tumbuh 5,8% (yoy) dan 0,8% (mom) lebih tinggi dibanding periode sebelumnya 4,9%(yoy) dan 0,5% (mom). Selain itu, data ekspor dan impor price masing-masing tumbuh sebesar 0,5% (mom) dan 0,7% (mom), lebih tinggi dibanding sebelumnya sebesar 0,1% (mom) dan 0,1% (mom).
IHSG ditutup menembus rekor baru ke level 6.113,65 dengan menyentuh target resistance terdekat. IHSG rawan profit taking dilihat dari indikator RSI dan Stochastic sudah berada di area overbought sedangkan MACD bergerak positif disertai volume meningkat signifikan. IHSG diperkirakan bergerak melemah di kisaran 6.070-6.119. (mkj/mkj)











































