Sementara untuk selama November 2017 saja PTPP berhasil mengantongi kontrak baru sebesar Rp 3,9 triliun. Angka itu terdiri dari proyek induk sebesar Rp 2,1 triliun dan entitas anak usahanya sebesar Rp 1,8 triliun.
Berbagai kontrak baru yang berhasil diperoleh PTPP Induk selama November 2017 di antaranya meliputi Jalan Tol Serang-Panimbang (Paket 2 Simpang Susun) sebesar Rp 546 Miliar, Bendungan Lausimeme sebesar Rp 422 Miliar, Gedung ASEAN sebesar Rp 407 Miliar, Apartemen Sky High Koapgi sebesar Rp 350 Miliar, dan PLTD Senayan 100MW sebesar Rp 199 Miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kontrak baru itu paling besar disumbang paling besar oleh segmen bangunan gedung sebesar Rp 21,2 triliun atau 57% dari total kontrak baru selama 11 Bulan 2017.
Lalu disusul segmen jalan dan jembatan Rp 6,8 triliun atau 18% dan segmen EPC Rp 5,8 triliun atau 15%. Ketiga segmen itu pun memberikan kontribusi sebesar Rp 33,8 triliun atau setara dengan 90% dari total kontrak baru yang dimenangkan oleh Perseroan selama Januari hingga November 2017.
Berdasarkan project owner, segmen BUMN mendominasi portofolio kontrak baru PTPP selama 11 Bulan 2017 dengan kontribusi sebesar 60,8% dari total kontrak baru, disusul oleh segmen Swasta sebesar 27,6% dan segmen Pemerintah sebesar 11,6%.
"Karakteristik penyerapan Anggaran Pemerintah dan BUMN berbeda dengan Swasta, di mana penyerapan terbesar umumnya terjadi di Semester II, terutama di Kuartal IV," kata Direktur Utama PTPP Tumiyana dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12/2017).
Dengan capaian tersebut, Tumiyana yakin target kontrak baru tahun ini akan tercapai. Bahkan dia yakin capaian di akhir tahun bisa melebihi target. (dna/dna)











































