Penutupan Perdagangan Saham 2017 Diwarnai 'Insiden' Ajudan Jokowi

Penutupan Perdagangan Saham 2017 Diwarnai 'Insiden' Ajudan Jokowi

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 30 Des 2017 12:22 WIB
Penutupan Perdagangan Saham 2017 Diwarnai Insiden Ajudan Jokowi
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Acara seremoinial penutupan perdagangan saham tahunan kali ini terasa lebih meriah. Selain catatan capaian pasar modal yang gemilang, baru kali ini penutupan perdagangan dilakukan oleh seorang Presiden.

Basanya Presiden hanya hadir ketika pembukaan perdagangan saham tahunan. Pada penutupan perdagangan saham 2016 kemarin saja diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Lalu pada penutupan perdagangan saham 2014 juga dututup oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla.

Berikut selengkapnya:

Ditutup langsung oleh Jokowi

Foto: Agung Pambudhy
Persiapan pun dilakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku tuan rumah untuk menyambut Presiden Joko Widodo. Salah satunya dengan membentangkan karpet merah untuk menyambutnya.

Karpet merah tersebut terbentang dari lobi utama Gedung BEI dan menuju main hall lantai bursa. Pengemanan juga diperketat, tim Jihandak sudah sibuk menyisir segala sudut lantai bursa sejak siang hari.

Sebelum pesta seremlnial penutupan perdagangan saham di mulai, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumunkan dikeluarkannya peraturan baru mengenai Obligasi Daerah (municipal bond), Green Bond dan E-Registration.

Setelah itu pesta penutupan perdagangan pun dimulai. Jokowi yang baru saja mendarat dari Pontianak tiba di Gedung BEI pada pukul 15.36 WIB. Dia yang mengenakan lengan panjang berkelir cokelat juga juga didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo, Direktur BEI Tito Sulitio, dan Ketua DK OJK Wimboh Santoso.

'Insiden' Ajudan Jokowi

Foto: Agung Pambudhy
Ada kejadian menarik saat pesta itu berlangsung. Saat itu Jokowi sudah berada di atas podium untuk menekan palm hand screen sebagai tanda ditutupnya perdagangan yang tepat berakhir pada 16.00 WIB. Jokowi juga didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dna beberapa pejabat penting lainnya.

Namun ketika waktu masih menyisakan sekitar 140 detik, bel tanda ditutupnya perdagangan sudah berbunyi. Sontak para tamu undangnya tertawa melihat kejadian tersebut

Ternyata sang ajudan Jokowi pelakunya. Pria tersebut tak sengaja menekan bel penutupan perdagangan ketika mempersiapkan bahan pidato. Jokowi pun berkelakar dengannya.

"Kamu ngetes ya," tuturnya disambut tawa para undangan di Gedung BEI.

Jokowi pun akhirnya menekan tombol tanda ditutupnya perdagangan saham. IHSG pun berakhir menguat 41,6 poin atau 0,66% ke level 6.355. Riuh tepuk tangan pun terdengar di area lantai bursa.


Ditutup di Rekor Tertinggi

Foto: Agung Pambudhy
Memang capaian di pasar modal tahun ini cukup gemilang. Selain IHSG yang berkali-kali cetak rekor, tahun ini juga ada 37 emiten baru yang katanya merupakan pencapaian tertinggi sepanjang 23 tahun terakhie.

Selain itu, jumlah investor tahun ini juga meningkat 44% dari tahun sebelumnya menjadi 1,12 juta investor. Nilai investasi investor domestik juga mencapai Rp 340 triliun.

BEI juga mencatat pemanfaatan pasar modal untuk pendanaan tahun ini bahkan mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp 802 triliun. Dana tersebut berasal dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), penerbitan saham baru (right issue), konversi waran, sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi pemerintah, BUMN maupun swasta.


Jokowi Pesan Jangan Percaya Berita dengan Sumber Tak Jelas

Foto: Agung Pambudhy
Menurut Jokowi, hal itu juga membuktikan kepercayaan investor terhadap masa depan perekonomian Indonesia sudah semakin positif. Investor tak ragu menanamkan dananya di pasar modal meski banyak sentimen negatif yang tengah berhembus.

Namun, Jokowi sedikit kecewa. Hal yang membuatnya kecewa adalah masih ada saja orang yang suka menghembuskan berita-berita negatif dan membuat investor menjadi takut berinvestasi.

"Ini yang buat saya tidak senang. Angka-angkanya sudah disampaikan Dirut Bursa, Pak OJK. Kenapa momentum sebagus ini tidak digunakan sebaik baiknya dan secepatnya," tutur dia.

Untuk itu, ia mengajak investor yang selama ini masih ragu-ragu, bisa kembali percaya diri untuk berinvestasi. Karena, meski banyak berita negatif yang berhembus, namun pada kenyataannya kondisi ekonomi Indonesia justru dalam kondisi yang baik.

"Yang asyik itu jualan berita nakut-nakutin, padahal sumbernya enggak jelas (berita hoax). Tapi kalau kita terjebak pada risiko, kita akan kehilangan peluang, kesempatan, secara cepat. Padahal datangnya hanya sekali," tandas Jokowi.

Jokowi Bagi-bagi Hadiah

Foto: Agung Pambudhy
Setelah arahan dari Presiden berakhir, maka selesai juga seluruh rangkaian acara seremonial penutupan perdagangan. Jokowi beserta para pejabat pendampingnya pun langsung bergegas meninggalkan ruang acara.

Sebelum masuk ke dalam mobil dinasnya, Jokowi sempat mengeluarkan beberapa kotak berwarna cokelat dengan balutan pita dan membagikannya kepada para masyarakat yang ada di lobi utama Gedung Bursa Efek Indonesia.

Jokowi pun mulai memilih dari banyaknya masyarakat yang berkumpul di dekat mobil dengan pelat nomor RI 1. Dari sekian banyak masyarakat yang dapat hadiah dari Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga ternyata diberi hadiah itu.

Sri Mulyani pun kegirangan. Bahkan dia sempat menoleh kebelakang dan memamerkan hadiah tersebut kepada masyarakat yang berada di belakangnya

Halaman 2 dari 6
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads