Jeda Siang, IHSG Berbalik Melemah ke 6.239.

Jeda Siang, IHSG Berbalik Melemah ke 6.239.

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 04 Jan 2018 12:35 WIB
Jeda Siang, IHSG Berbalik Melemah ke 6.239.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif membuka perdagangan saham Kamis pagi ini. Sayang, jelang siang IHSG bergerak melemah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini kembali menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.450 dibanding posisi pada perdagangan kemarin Rp 13.500.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun 87,759 poin (0,1,38%) ke level 6.251,47. Sedangkan Indeks LQ45 juga turun 19,708 poin (1,83%) ke 1.076,228.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membuka perdagangan, Kamis (4/1/2018), IHSG menguat 8,013 poin (0,08%) ke level 6.256,492. Indeks LQ45 juga naik 1,069 poin (0,10%) ke 1.057,589.

Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG naik 2,441 poin (0,04%) ke level 6.253,920. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,107 poin (0,01%) ke level 1.056,413.

Jelang siang, IHSG malah melemah ke zona negatif. IHSG turun 12,437 poin (0,20%) ke 6.239,042. Indeks LQ45 turun 1,430 (0,14%) ke 1.055,090.

Posisi tertinggi yang sempat dihinggapi IHSG berada di 6.264,062 dan terendah di 6.233,938. Perdagangan saham siang ini berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan saham 184.178 kali transaksi sebanya 4 miliar lembar saham senilai Rp 3,4 triliun.

Empat dari 10 sektor saham melemah cukup dalam. Saham sektor industri dasar turun 73%, sementara yang paling dalam dialami sektor keuangan yang jatuh sebesar 0,75%. Sebanyak 167 saham menguat, 144 saham melemah dan 110 saham stagnan.

Indeks utama bursa Wall Street ditutup dengan rekor tertinggi baru pada perdagangan semalam (03/01). Indeks Dow Jones menguat 0.40% ke level 24,922.68, S&P naik 0.64% ke level 2,713.06, dan Nasdaq terangkat 0.84% ke level 7,065.53.

Sektor energi dan kesehatan S&P memimpin penguatan masing-masing sebesar 1.5% dan 1.0%. Optimisme pelaku pasar menantikan rilisnya risalah dari pertemuan Federal Reserve semalam, turut menjadi katalis indeks. Pelaku pasar optimis bahwa perekonomian AS tahun 2018 mampu tumbuh lebih baik dibanding tahun 2017, hal ini terkait perkiraan kenaikan Suku bunga sebanyak tiga kali secara bertahap di tahun ini.

Kenaikan suku bunga yang bertahap mengindikasikan komitmen dari Federal untuk terus meningkatkan pertumbuhan negaranya.

Bursa-bursa Asia pagi ini rata-rata bergerak di zona positif. Berikut situasi di bursa regional pagi hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 menguat 669,461 poin (2,94%) ke 23.433,510.
  • Indeks Hang Seng menguat 167,590 poin (0,55%) ke level 30.728,820.
  • Indeks Komposit Shanghai bertambah 13,120 poin (0,38%) ke level 3.381,240.
  • Indeks Straits Times naik 7,620 poin (0,20%) ke level 3.341,190.
Saham-saham yang naik signifikan siang ini dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Gudang garam (GGRM) naik Rp 1.450 ke Rp 82.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 475 ke Rp 20.450, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 425 ke Rp 10.625.

Saham-saham yang turun signifikan dan masuk jajaran top losers di antaranya adalah Indofarma (INAF) turun Rp 650 ke Rp 4.250, Indocement Tunggal (INTP) turun Rp 500 ke Rp 22.500, Unilever (UNVR) turun Rp 325 ke Rp 53.675 dan Semen Baturaja (SMBR) turun 220 ke Rp 3.190. (dna/zlf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads