Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Apr 2018 10:52 WIB

Bak Zombie, 4 Saham Ini Bangkit dari Harga Gocap

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gocap, merupakan zona yang dilabeli untuk saham-saham yang harganya menyentuh level terendah di Rp 50 per lembar. Saham-saham yang berada di zona gocap biasanya tidur dan sulit untuk bangkit lagi.

Namun keluar dari zona gocap bukan tidak mungkin. Sudah ada contohnya saham-saham gocap yang tiba-tiba bangkit seolah-olah seperti 'zombie', saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) misalnya yang kini sudah berada di level Rp 276 per lembar.

Untuk tahun ini setidaknya sudah ada 4 saham yang bangkit dari zona gocap yakni PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Mahaka Media Tbk (ABBA), PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) dan PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL). Keempat saham itu di akhir 2017 masih berlabel gocap, namun kini harganya sudah melambung.

Kenaikan tertinggi ditorehkan oleh saham TAXI. Hingga penutupan perdagangan kemarin 9 April 2018, saham TAXI sudah berada di level Rp 178. Itu artinya saham TAXI sudah menguat 256% dari awal tahun.

Saham TAXI mulai bangkit sejak 30 Januari 2018, saat itu harga sahamnya ditutup menguat ke level Rp 56. Penguatan semakin menggila ketika munculnya isu Go-Jek Indonesia yang berniat melakukan backdoor listing dengan mengakuisisi saham TAXI.

Misalnya pada 20 Maret 2018, saham TAXI sudah bertengger di posisi Rp 220. Pada hari itu saham taksi melejit 34,97%.

Lalu saham BBRM pada perdagangan kemaren tercatat sudah berada di level Rp 105. Itu artinya saham BBRM sudah menguat 110% dari awal tahun.

Saham BBRM memulai tren penguatan sejak 21 Februari 2018. Pada hari itu saham BBRM menguat 34% ke posisi Rp 67.


Sementara saham ABBA mulai tren positif belum lama ini pada 4 April 2018 yang sudah menembus level Rp 54. Ke esokan harinya saham ABBA langsung meroket 33,3% ke Rp 72 dan terus menguat ke level tertingginya Rp 97.

Pada perdagangan kemarin saham ABBA bertengger di level Rp 93. Itu artinya saham ini sudah menguat 86%.

Begitu juga saham TRIL, meski sudah menguat dan turun tipis sejak Januari 2018, namun saham ini baru mulai tren penguatan sejak 6 April 2018 yang menguat ke Rp 56.

Kemarin saham TRIL tercatat naik 33,93% ke 75. Jika dihitung saham TRIL sudah menguat 50% dari posisi awal tahun.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed