Pefindo Pertahankan Peringkat Indosiar dan Bank Bumiputera
Selasa, 05 Jul 2005 11:41 WIB
Jakarta - Perusahan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan rating perusahaan dan obligasi PT Indosiar Visual Mandiri Tbk serta PT Bank Bumiputera. Peringkat tersebut untuk periode Juni 2005 sampai satu tahun ke depan. Pefindo mempertahankan peringkat id A- (single A minus) untuk PT Indosiar Visual Mandiri serta obligasi pertama tahun 2003 sebesar Rp 696,21 miliar. Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar perusahaan yang baik di industri pertelevisian Indonesia serta kuatnya dukungan dari tim pemasaran dan program siaran. Demikian pengumuman Pefindo, Selasa (5/7/2005). Peringkat Indosiar ini berlaku untuk periode 17 Juni 2005 sampai 1 Juni 2006. Namun Pefindo menilai, peringkat ini masih memiliki kelemahan karena persaingan yang semakin ketat dalam sektor industri ini. Hal tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi kinerja bisnis perusahaan. Selain itu juga adanya faktor rasio proteksi arus kas yang marjinal dan saldo persediaan yang semakin meningkat. Indosiar yang mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995, merupakan perusahaan televisi swasta kelima yang masuk ke industri. Kepemilikan saham perseroan per 31 Maret 2005 adalah PT Indosiar Karya Media Tbk (99,99 persen) dan lain-lain (0,01 persen). Bank Bumiputera Pefindo juga menetapkan kembali peringkat id BBB- (triple B minus) untuk PT Bank Bumiputera (BABP or Bank) Tbk dan Obligasinya senilai Rp 300 miliar yang akan jatuh tempo tahun 2006. Peringkat ini berlaku untuk periode 14 Juni 2005 sampai 25 April 2006. Peringkat tersebut mencerminkan marjin pendapatan bunga bank yang baik serta kualitas aktiva produktif bank yang terjaga. Namun Pefindo menilai, keunggulan tersebut tidak didukung oleh rasio efisiensi bank yang tinggi dan perolehan dana pihak ketiga yang masih terkonsentrasi. ICB Financial Group Holdings Ltd, perusahaan milik Tun Daim Zainuddin mantan Menteri Keuangan Malaysia, adalah pemilik 58,32 persen saham Bank Bumiputera. Pemilik lainnya adalah AJB Bumiputera 1912 sebesar 14,96 persen dan publik sebesar 26,72 persen.
(qom/)











































