Rupiah Merosot, IHSG Anjlok
Selasa, 05 Jul 2005 16:29 WIB
Jakarta - Melemahnya nilai tukar rupiah yang dikhawatirkan membawa dampak pada kinerja emiten, membuat pelaku pasar cemas. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (5/7/2005) ditutup turun 7,714 poin pada level 1.131,168. Indeks LQ 45 turun 2,122 poin pada level 249,148, JII turun 0,944 poin pada level 190,973, MBX turun 2,035 poin pada level 304,640 dan DBX turun 1,871 poin pada level 247,726.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 12.882 kali pada volume 2.070.843 lot saham senilai Rp 824,996 miliar. Sebanyak 29 saham naik, 88 saham turun dan 246 saham stagnan. Saham-saham perbankan mendominasi posisi top loser. Saham-saham yang turun harganya antara lain BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi R 2.925, Astra International (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 12.700, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 50 menjadi Rp 1.270, Bank Danamon (BDNM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.100, Indosat (ISAT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.600, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.200, BCA (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.525 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 40 menjadi Rp 1.500. Sementara saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 20.200, Unilever Indonesia naik Rp 75 menjadi Rp 4.275, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp 12.750, Medco Energi (MEDC) naik Rp 25 menjadi Rp 3775. PGN (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 3.175.
(qom/)











































