Follow detikFinance
Kamis, 19 Apr 2018 14:35 WIB

Investor Internasional Kecewa Libur Lebaran Terlalu Panjang

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA Libur Lebaran Ditambah
Jakarta - Pemerintah menetapkan libur raya Lebaran tahun ini selama 10 hari. Keputusan itu disambut baik banyak para karyawan, namun tidak bagi dunia pasar modal.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan pihaknya mendapatkan banyak pertanyaan dari para investor internasional. Mereka kecewa lantaran libur Lebaran yang dianggap terlalu panjang.

"Terus terang ada pertanyaan dari pasar internasional kok lama banget, buat bursa itu kelamaan. Ada dua hal pertanyaan internasional waduh kelamaan nih duit saya mati dong selama 2 minggu," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Selain itu, Tito juga mengakui semakin lama libur lebaran maka semakin sedikit waktu perdagangan saham tahun ini. Hal itu pun akan mempengaruhi pendapatan BEI yang bergantung pada fee transaksi perdagangan.


"Ya kan kita kaya warung, kalau buka dapat pendapatan kalau tutup ya ga ada revenue. Tapi kan BEI non profit," imbuhnya.

Meski begitu, BEI tetap akan mengikuti keputusan pemerintah. Meskipun pihaknya mengaku siap untuk membuka perdagangan saham tanpa mengikuti jadwal libur nasional.

"Kalau boleh jika dimungkinkan kalau kliring jalan saja bursa tetap buka," tegasnya.

(ang/ang)
FOKUS BERITA Libur Lebaran Ditambah
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed