Follow detikFinance
Senin, 23 Apr 2018 09:32 WIB

BTPN Cetak Laba Rp 535 Miliar di Kuartal I 2018

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dok BTPN Foto: Dok BTPN
Jakarta - Transformasi dan inovasi digital yang dilakukan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berhasil meningkatkan efisiensi dan memberi pengaruh positif pada kinerja keuangan perseroan pada tiga bulan pertama 2018. Adanya penurunan biaya operasional dan rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) turut memberikan pengaruh positif kepada kemampuan perusahaan dalam mencetak keuntungan (profitabilitas).

Laba bersih BTPN (net profit after tax/NPAT) berhasil tumbuh 12% dari Rp 478 miliar pada kuartal I-2017 menjadi Rp 535 miliar pada kuartal I-2018, meski pada kurun waktu yang sama penyaluran kredit tumbuh tipis dari Rp 65,0 triliun menjadi Rp 65,3 triliun.

Demikian dikutip detikFinance dari keterangan resmi BTPN, Senin (23/4/2018).


Biaya operasional pada kuartal I-2018 turun 12% (year on year/Yoy) menjadi Rp 1,2 triliun. Sementara itu, komponen CIR sebesar 54%, lebih rendah dari kuartal I-2017 sebesar 62%.

Adapun pertumbuhan kredit BTPN kuartal I-2018 antara lain ditopang oleh penyaluran kredit ke segmen usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME) mencapai Rp 12 triliun, atau tumbuh 19% dari posisi yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 10 triliun. Sementara itu, pembiayaan masyarakat prasejahtera produktif melalui BTPN Syariah tumbuh 22% menjadi Rp 6,2 triliun.

Penyaluran kredit tersebut tetap diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tercermin dari tingkat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 1,0%.

Guna melanjutkan agenda inovasi dan transformasi, meski biaya operasional turun, BTPN tetap berinvestasi untuk pengembangan digital. Selama kuartal I-2018, BTPN telah mengalokasikan investasi baru untuk Jenius dan BTPN Wow! sebesar Rp 150 miliar.



"Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan di struktur biaya tidak mengurangi komitmen kami dalam mewujudkan BTPN sebagai bank nasional yang paling siap untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam era ekonomi digital," kata Direkur Utama BTPN Jerry Ng.

Program transformasi digital dan pemberdayaan Nasabah ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dari total pendanaan (funding) meningkat 3% (yoy) dari Rp74,3 triliun pada kuartal I-2017 menjadi Rp76,3 triliun pada akhir kuartal I-2018. Sementara itu, aset perseroan tercatat naik 3% (yoy) dari Rp92,9 triliun menjadi Rp95,8 triliun dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terjaga di 24,8%.

Transformasi digulirkan dengan mengubah konsep pelayanan nasabah dari bank-centric, menjadi customer-centric. Perubahan tersebut tercermin pada penggunaan platform digital (digitalisasi) dalam existing business yang mencakup pengembangan alternative channels, integrasi cabang, automasi proses, transformasi infrastruktur IT, dan pelatihan (retraining) karyawan.

"Melalui transformasi digital ini, jaringan layanan nasabah bertambah luas dengan kualitas yang tetap terjaga, meski jumlah kantor cabang berkurang dan organisasi menjadi lebih ramping. Langkah strategis ini akan kami lanjutkan hingga akhir 2018," kata Jerry. (eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed