Follow detikFinance
Selasa, 24 Apr 2018 15:05 WIB

Menperin Beberkan Dampak Pelemahan Rupiah ke Industri

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) membuat nilai tukar rupiah terus terperosok. Hal ini juga menjadi suatu yang tidak diinginkan oleh para pelaku industri di tanah air.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan stabilitas nilai tukar menjadi suatu yang penting bagi pelaku industri dalam menjalankan bisnisnya.

"Pelemahan rupiah tentu stabilitas mata uang rupiah penting bagi industri. Jadi kalau mata uang yang tidak stabil itu tentu tidak dikehendaki oleh para pengusaha," kata Airlangga usai acara Munas X Apindo di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/4/2018).


Dia menyebut depresiasi rupiah terhadap dolar AS menyebabkan dua hal, positif dan negatif bagi pelaku industri. Positifnya, bagi industri yang menjalankan ekspor akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar, sedangkan untuk yang impor akan mengeluarkan uang lebih banyak.

Oleh karena itu, Airlangga meminta kepada Bank Indonesia (BI) untuk tetap menstabilkan nilai tukar rupiah.


"Yang penting dia harus stabil, kalau impor sudah pasti lebih mahal, kalau ekspor bisa dapat tambahan, kalau utang ya tambah. Tugas utama Bank Indonesia kan menjaga stabilitas mata uang," tutup dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed