Bappebti Siap Berikan Izin Pendirian Bursa ke Jacom

Bappebti Siap Berikan Izin Pendirian Bursa ke Jacom

- detikFinance
Selasa, 12 Jul 2005 16:20 WIB
Jakarta - Jakarta Commodity Exchange (Jacom) boleh bernafas lega karena akan segera mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk mendirikan bursa berjangka komoditi. Merespons putusan Mahkamah Agung (MA), Bappebti telah menyatakan siap memberikan izin kepada Jacom."Kami akan memberikan izin kepada Jacom, sepanjang kontrak yang akan diperdagangkan sesuai dengan undang-undang, dan pihak Jacom memenuhi persyaratan," kata Ketua Bappebti Titi Hendrawati menanggapi putusan kasasi MA yang dimenangkan Jacom, Selasa (12/7/2005).Putusan pengadilan bernomor PTUN.JKT.PRK.05/409/2005 tertanggal 19 April 2005, memerintahkan Bappebti agar menerbitkan surat keputusan untuk mendirikan bursa berjangka kepada Jacom. Putusan kasasi MA atas perkara Jacom dengan Bappebti selaku pemohon kasasi disampaikan MA kepada Jacom melalui surat tanggal 3 Maret 2005. Surat pemberitahuan MA tersebut disusul dengan surat pemberitahuan serupa dan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta tanggal 24 Maret 2005.Menurut Titi, untuk mendirikan bursa berjangka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Antara lain ada pemegang saham yang tidak saling terafiliasi dan ada kontrak komoditi yang diperdagangkan. Untuk itu, Titi meminta Jacom agar melengkapi beberapa persyaratan tersebut.Titi juga melihat, pemberian izin kepada Jacom tidak akan berpengaruh terhadap eksistensi Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). "Soal likuid tidaknya suatu bursa tergantung dari kontrak atau komoditi yang diperdagangkan, dan kemampuan pengelola bursa untuk menarik nasabah," ujarnya.Beberapa pelaku bursa berjangka juga menanggapi positif rencana pendirian Jacom. Seperti diungkapkan Direktur Utama Pacific Duaribu Investindo, Adikin Basirun, yang melihat pendirian Jacom akan bisa menjadi penyeimbang BBJ dan alternatif lain bagi investor."Dengan adanya bursa berjangka lain, diharapkan pelayanan masing-masing bursa menjadi optimal. Biarkan pelaku pasar yang akan memilih, mau bermain di BBJ atau Jacom," kata Adikin.Jacom rencananya akan memfokuskan diri sebagai bursa berjangka yang memperdagangkan kontrak berjangka komoditi primer, seperti produk pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan pertambangan. Sedangkan BBJ saat ini lebih dari 80 persen perdagangannya masih berasal dari kontrak keuangan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads