Follow detikFinance
Jumat, 11 Mei 2018 18:00 WIB

Dirut BPJS Ketenagakerjaan Tak Risaukan Gejolak IHSG

Muhammad Idris - detikFinance
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto /Foto: Agung Pambudhy Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto /Foto: Agung Pambudhy
Manado - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Agus Susanto, menyebut kalau gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif masih cukup aman untuk penempatan portofolio lembaganya di pasar modal.

Beberapa hari sebelumnya, IHSG mengalami penurunan cukup tajam yakni 5,68% sejak awal tahun. Meski siang ini, IHSG mulai menguat dan kembali ke level 6.000.

"Jadi dana kelolaan kita kan enggak semua di saham, jadi enggak semua terpapar risiko pasar, jadi koreksi di pasar saham tak perlu dikhawatirkan," jelas Agus di Manado, Jumat (11/5/2018).


Dia mengungkapkan, dari sekitar Rp 320 triliun dana kelolaan lembaganya, hanya 19% yang ditempatkan di portofolio saham. Penempatan dana paling besar masih berada di surat utang.

"Di saham portofolio 19%, kemudian reksadana 10%, itu juga reksadana campuran. Jadi terpapar (saham) digabung reksadana saham sekitar 20%. Kita di dalam kelola ini sebatas regulasi dalam koridor aturan yang ada, kita akan cari strategi baru dalam investasi," ujar Agus.


Dikatakannya, BPJS ketenagakerjaan sangat berhati-hati dalam penempatan portofolio. Untuk mengurangi risiko, pihaknya memilih tak banyak menempatkan dana kelolaannya di instrumen saham.

"Investasi pengelolaan di BPJS Ketenagakerjaan ini ada regulasi, PP 5 Tahun 2014 bahwa BPJS boleh investasi di deposito, saham, kemudian surat utang dan reksadana, properti dan investasi langsung, sepanjang masuk kategori tersebut itu bisa dipertimbangkan," pungkasnya. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed