Follow detikFinance
Kamis, 17 Mei 2018 20:30 WIB

Kapan Pelemahan Rupiah Berakhir?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim Foto: Tim Infografis, Fuad Hasim
Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bukan pertama kali terjadi. Pelemahan tersebut biasanya tak bertahan lama.

Peneliti Senior Bidang Ekonomi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, di tahun 2013 rupiah melemah sampai 12%. Tahun ini, melemah di kisaran 4%.

Poltak mengatakan, di tahun 2013 rupiah bergejolak sekitar 6 bulan. Seharusnya, kata dia, pelemahan yang terjadi tahun ini tak berlangsung lama.

"Dulu waktu 2013 sekitar 6 bulan tekanannya. Sekarang nggak tahu, harusnya nggak jauh dari situ," kata dia dalam acara Lingkar Diskusi Kebangsaan di Jakarta, Kamis (17/5/2018).



Menurut Poltak, di tahun 2013 tekanan rupiah cukup dalam. Dia menambahkan, pada tahun ini seharusnya rupiah cepat kembali pulih karena pelemahannya tak terlalu dalam.

"Volatilitas 6 bulan lamanya, itu yang terjadi 2013. Sekarang relatif rendah. Harusnya sih kalau diperbandingkan sama, harusnya nggak sampai 6 bulan," sambungnya.

Poltak melanjutkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi di tahun 2013 dan 2018 dipicu oleh hal yang hampir sama. Pemicunya yakni rencana kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

"Jadi itu apa yang terjadi tahun 2013, tahun 2018 juga ada bahwa Amerika akan menaikan suku bunga, sama temanya kalau dulu rencana, sekarang naik," tutupnya.



Simak video terkait penyebab rupiah dan mata uang dunia melemah berikut ini:
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed