Nilai tukar dolar AS menguat terhadap rupiah. Dolar berada di level Rp 14.197 dibandingkan dengan posisi akhir pekan kemarin yang sempat tembus Rp 14.075
Pada perdagangan preopening, IHSG menyusut 4.068 poin (0,07%) ke 5.779,242. Indeks LQ45 turun 1,025 poin (0,11%) ke level 917,869.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG melemah semakin dalam. IHSG turun 19,497 (0,35%) ke 5.763,268. Indeks LQ45 turun 6,672 poin (0,74%) ke 912,218.
Pelemahan masih berlanjut hingga jeda siang ini. IHSG turun 41,735 poin (0,72%) ke 5.741,575. Indeks LQ45 turun 10,386 poin (1,13%) ke 908,508.
Pelemahan 7 sektor saham menyeret IHSG ke zona negatif. Saham sektor keuangan jatuh paling dalam dengan pelemahan mencapai 1,61%. Infestor asing mencatatkan jual bersih mencapai Rp 429,52 miliar dengan mayoritas aksi jual menyasar saham-saham sektor keuangan.
Perdagangan saham siang ini berlangsung moderat dengan frekuensi perdagangan saham 207.823 kali transaksi sebanyak 4,7 miliar lembar senilai Rp 3,9 triliun.
Sementara itu, indeks utama bursa AS ditutup mixed dengan mayoritas ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan kemarin. Indeks Dow Jones stagnan di level 24,715, S&P melemah terbatas 0.26%, dan Nasdaq turun 0.38%.
Penurunan terjadi seiring dengan pertemuan antara AS dan China, di mana pelaku pasar kemudian mengambil langkah antisipasi. Adapun kekhawatiran muncul dikarenakan ketidakpastian yang cukup lama serta belum adanya kesepakatan diantara kedua negara tersebut.
Pergerakan bursa saham Asia siang ini mayoritas berada di level positif. Berikut pergerakan bursa Asia siang ini:
- Indeks Nikkei bergerak menguat 108,791 poin (0,47%) ke level 23.038,359.
- Indeks Komposit Shanghai bertambah 24,630 poin (0,77%) ke 3.217,930
- Indeks Strait Times menguat 29,790 (0,84%) ke 3.558,770
- Indeks Hang Seng naik 359,609 poin (1,15%) ke 31.406,381.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, United Tractors (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 35.325, Pabrik Kertas Tjiwi (TKIM) turun Rp 225 ke Rp 11.775, Multi Prima (LPIN) turun Rp 210 ke Rp 805 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 21.500. (dna/zlf)











































