Follow detikFinance
Kamis, 07 Jun 2018 14:11 WIB

Perang Dagang Trump Bikin Pasar Modal AS Tekor Rp 14.000 Triliun

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Presiden AS Donald Trump/Foto: BBC World Presiden AS Donald Trump/Foto: BBC World
Jakarta - Perang dagang yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebabkan pasar modal AS tekor lebih dari US$ 1 triliun (R 14.000 triliun). Hal ini diungkapkan Ahli Strategi Kuantitatif J.P. Morgan seperti dikutip dari CNBC.

"Dengan mengaitkan alur berita terkait perdagangan yang positif atau negatif dengan kinerja pasar AS, kami memperkirakan dampaknya terhadap pasar saham AS anjlok 4,5%," kata Marko Kolanovic dari J.P. Morgan seperti dikutip dari CNBC, Kamis (7/6/2018).

"Berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini sekitar US$ 1,25 triliun nilai yang hilang di perusahaan-perusahaan AS. Sebagai perbandingan, ini sekitar dua pertiga dari total stimulus fiskal," tambahnya.


Trump sudah menetapkan bea masuk untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Paman Sam. Namun pada akhirnya bisa merugikan kepentingan ekonomi AS sendiri.

Perang dagang terus menjadi topik yang tak kunjung habis antara AS dan China, serta untuk para investor di Wall Street. Indeks Dow Jones jatuh lebih dari 200 poin pada perdagangan Kamis (7/6) menyusul keputusan Trump untuk memasukkan Kanada, Meksiko dan Uni Eropa dalam pungutan bea masuk baja dan aluminium.

Sejak itu, negara-negara tersebut merespons dengan ikut menerapkan tarif untuk ekspor AS berupa daging babi, selai kacang, dan sepeda motor.

"Trump, yang berulang kali menyoroti keuntungan untuk pasar saham di bawah masa jabatannya, bisa benar-benar memacu lonjakan harga saham jika ia menghentikan omongan kerasnya," kata tim J.P. Morgan.

Kolanovic memprediksi koreksi pasar saham awal tahun ini sebagai peringatan.

"Strategi negosiasi yang mencakup ancaman bisa berhasil dalam pengaturan negosiasi dua belah pihak, tetapi lebih mungkin untuk memberikan hasil yang merugikan diri sendiri (AS) dalam sistem yang kompleks seperti perdagangan global," katanya.

"Ketegangan perdagangan terus menimbulkan kerusakan pada psikologi investor dan kepercayaan bisnis," tambahnya.


Pastinya, perang dagang Trump bisa berakhir dengan membantu perekonomian. Defisit perdagangan tampaknya menurun, jatuh ke level terendah selama tujuh bulan terakhir pada April.

Departemen Perdagangan AS melaporkan defisit perdagangan turun 2,1% menjadi US$ 46,2 miliar, terkecil sejak September.

Jika tren berlanjut, perdagangan dapat berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) di kuartal II-2018 didukung oleh kekuatan di sektor manufaktur dan belanja konsumen. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed