Pertumbuhan Reksa Dana Dipengaruhi 3 Faktor

Pertumbuhan Reksa Dana Dipengaruhi 3 Faktor

- detikFinance
Kamis, 21 Jul 2005 15:14 WIB
Jakarta - Pertumbuhan reksa dana pada semester II 2005 akan ditentukan oleh 3 faktor, antara lain suku bunga SBI, perilaku manajer investasi dan cara penjualan reksa dana. Ketiga faktor ini dinilai berperan penting untuk mengajak kembali investor berinvestasi di reksa dana."Jika ketiga faktor itu bisa diperbaiki maka penjualan reksa dana akan kembali berkembang," kata Adler Manurung, direktur PT Nikko Securities di Jakarta, Kamis (21/7/2005).Menurutnya, jika kenaikan tingkat suku bunga tidak terus berlanjut, hal ini akan memberikan dampak positif pada reksa dana. Pasalnya dengan kondisi suku bunga saat ini sebenarnya return reksa dana masih lebih tinggi ketimbang deposito. "Jika SBI terus menguat maka orang kembali beralih ke deposito," kata Adler.Dia juga menyoroti perilaku manajer investasi yang lebih banyak mengiming-imingi investor dengan tingkat suku bunga tinggi. Padahal kenyataan di lapangan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana akan mengalami fluktuasi tergantung underlying assetnya. "Banyak manajer investasi berlomba untuk mencari investor sebanyak-banyaknya dengan mengatakan instrumen ini bunganya tinggi" ujarnya.Perilaku ini harus diubah karena investor lebih nyaman jika NAB tidak negatif atau fluktuasinya relatif stabil. "Sebenarnya mereka lebih suka return yang stabil dibandingkan dengan naik turun yang terlalu tingi," ungkapnya.Kondisi yang sama juga harus diubah oleh agen penjual. Pasalnya agen penjual yang menjadi ujung tombak penjualan reksa dana tidak memberikan infomasi yang memadai kepada investor. Akibatnya investor terkadang merasa dijebak karena pilihan investasinya tidak sesuai dengan tujuan investasi.Dia mengakui saat ini belum ada dana segar yang masuk ke reksa dana. Malah pada Juli ini ada kecenderungan nilai NAB mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Dari data Bapepam untuk perdagangan reksa dana per 20 Juli 2005 mencapai total NAB sebesar Rp 77,582 triliun. Alokasi terbesar reksa dana masih pada reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 51,78 triliun, diikuti pasar uang Rp 11,702 triliun, campuran Rp 8,727 triliun dan saham Rp 5,366 triliun. Terakhir Juni 2005 total NAB sebesar Rp 80,169 triliun. Begitu pula dengan akhir Januari 2005 total NAB pernah mencapai Rp 108,223 triliun. Total NAB terus mengalami penurunan sebagai dampak dari berlanjutnya aksi redemption besar-besaran yang terjadi pada Maret hingga April 2005. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads