Pemakaian Rupiah di Bursa Komoditi untuk Lindungi Nasabah
Kamis, 21 Jul 2005 17:22 WIB
Jakarta - Diwajibkannya pemakaian mata uang rupiah untuk bertransaksi di Bursa Berjangka Komoditi merupakan bentuk perlindungan nasabah, di samping juga untuk melindungi nilai tukar rupiah."Alasan kita ingin mengeluarkan bukan karena rupiah yang melemah, tapi lebih pada perlindungan nasabah," kata Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Titi Hendrawati di Kantor Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (21/7/2005).Seperti diketahui, Bappebti telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan penggunaan mata uang rupiah dalam setiap transaksi di bursa berjangka komoditi. Aturan ini tertuang dalam surat edaran nomor 397/Bappebti.2/7/2005 tanggal 15 Juli 2005 dan ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum Bappebti Pater Y Angwarmasse.Aturan tersebut dikeluarkan setelah Bappebti mendapat banyak masukan dari berbagai pihak tentang penggunaan mata uang asing. Terutama dalam pembayaran margin awal dan perhitungan laba rugi transaksi, serta biaya atau pembayaran jasa lainnya. Namun menurut sumber detikcom, keluarnya surat edaran tersebut terkait dengan kondisi melemahnya rupiah belakangan ini. Aturan ini langsung mendapat tentangan. Direktur Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Hasan Zein Mahmud mengkhawatirkan, aturan itu bakal mematikan sebagian pedagangan di bursa berjangka. Titi menegaskan, salah satu tujuan dikeluarkan aturan tersebut memang salah satunya untuk melindungi rupiah. "Bayangkan akibatnya, mata uang kita bisa tertekan karena pengaruhnya," tegas Titi. Menurut Titi, aturan tersebut memang sudah selayaknya diterapkan. "Kita saja kalau dagang di negara asing harus dengan mata uang setempat. Masa mereka dagang di Indonesia dengan mata uang mereka. Mereka dagangnya di pasar sini, peserta dan pialangnya di Indonesia. Ini kan bertentangan dengan aturan BI," ujar Titi.Ia juga meminta semua pihak tidak perlu khawatir akan menderita kerugian akibat diterapkannya aturan ini mengingat posisi rupiah yang tengah melemah. "Tidak perlu khawatir dengan kurs. BI kan sudah mengeluarkan kurs tengah," tandasnya.
(qom/)











































