Follow detikFinance
Kamis, 28 Jun 2018 14:48 WIB

Hari Terakhir Tito Sulistio Jadi Bos BEI

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Besok, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Salah satu agendanya adalah pengangkatan formasi direksi yang baru untuk lembaga wasit pasar modal itu.

Praktis hari ini merupakan hari terakhir kerja dari 7 orang direksi saat ini. Tito Sulistio Cs pun hari ini menggelar semacam perpisahan dengan para karyawan BEI.

Acara ini dimulai dengan peluncuran buku 'Aku Mau: 50 Alasan Mengapa Nabung Saham. Kampanye Yuk Nabung Saham memang menjadi jargon para direksi saat ini ketika pertama kali menjabat.

"Apa yang kita capai? Tingkat literasi naik 15%, jumlah investor tumbuh 60%, dalam 3 tahun jumlah investor aktif naik 110%," kata Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (28/6/2018).


Setelah itu, giliran Tito memberikan kata sambutannya. Secara umum dia memberikan gambaran tentang capaian BEI selama 3 tahun terakhir.

Namun menurutnya bukan angka-angka yang akan membuat seseorang selalu diingat, namun konsep yang diciptakannya untuk membuat suatu lembaga lebih maju.

"Konsep yang akan diingat selalu. Praktis kami bertujuh ini jadi hari terkahir kerja. Like it or not saya bilang saya pegawai kontrakan dan anda semua pemilik perusahaan ini," kata Tito.

Suasana berubah haru ketika Tito mulai memanggil beberapa karyawan untuk memberikan penghargaan. Penghargaan yang diberikan berupa barang-barang pribadinya sendiri.

Pertama dia memanggil Johanes Liaw, karyawan BEI yang juga mencalonkan direksi bursa meskipun tak terpilih. Johanes sendiri sudah bekerja puluhan tahun sejak masih berbentuk Bursa Efek Jakarta.

Menurut Tito sebenarnya dia pantas untuk menjadi direktur di BEI. Untuk itu dia memberikan pin yang sebenarnya hanya dipakai oleh direksi BEI.

Kemudian dia memanggil Rusi dan Alit. Dua karyawan yang sering lembur hingga terpaksa menginap di kantor. Tito pun memberikan hadiah bantal yang salah satunya berbentuk tengkorak, bantal kesukaannya.

"Saya punya barang yang selalu saya pakai kalau tidur di kantor, mudah-mudah bisa dipakai. Maafkan saya karena membuat kalian kerja begitu keras sehingga terpaksa harus tidur di kantor," tambahnya.


Kemudian dia memanggil karyawan petugas teknisi. Dia memberikan kemeja seragam kesayangannya yang kebetulan sedang dia pakai. Tito pun tak segan untuk membuka bajunya hingga hanya memakai kaos dalam.

Terakhir dia menyerahkan kartu id karyawan BEI-nya. "Ini kartu dari awal menjabat selalu saya pakai sampai saat tidur hingga menikahkan 2 anak saya. Hari ini terakhir saya pakai dan akan saya kembalikan," tambahnya.

Di akhir pidatonya, sambil menahan haru Tito mengucapkan terimakasih kepada seluruh karyawannya. Acara pun ditutup dengan tayangan foto-foto para direksi selama menjabat.

Ketika acara usai ada salah satu karyawan yang maju memberikan kata-kata perpisahan mewakili karyawan lainnya. Sambil menangis karyawan itu mengungkapkan kesan-kesannya.

"Waktu awal Pak Tito datang jujur kami takut, kita diajak berlari bukan merangkak. Tapi terima kasih Pak Tito dan Direksi lainnya atas kerjasamanya, sukses di tempat yang baru," tuturnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed