Sementara nilai tukar dolar terhadap rupiah pada hari ini masih bertengger di level Rp 14.300-an. Dolar AS mencapai puncak tertinggi selama tahun ini ke angka Rp 14.410 pada minggu lalu. Siang ini dolar AS berada di Rp 14.350.
Pada pra pembukaan, IHSG menguat 29,285 poin (0,5%) ke 5.828,495. Indeks LQ45 juga naik 6,151 poin (0,7%) ke 887,120.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih bergerak di zona positif di level 5.824,578 atau naik 0,42%. Indeks LQ45 naik 6,240 poin (0,78%) ke 916,219.
Jeda siang ini IHSG masih psitif. IHSG naik 7,167 poin (0,12%) ke 5.806,404. Indeks LQ45 naik 4,721 poin (0,52%) ke 913,688.
Baca juga: Mengenal Indeks Saham |
Penguatan IHSG tertahan jatuhnya 6 sektor saham. Saham sektor aneka industri jatuh paling dalam mencapai 2,11%.
Perdagangan saham berlangsung moderat dengan frekuensi 205.009 kali transaksi sebanyak 67,9 miliar lembvar saham senilai Rp 3,4 triliun.
Sebanyak 183 saham menguat, 189 saham melemah dan 90 saham stagnan. Investor asing masih mencatat beli bersih sebesar Rp 104,59 miliar.
Sementara itu, Bursa kawasan Eropa dan Amerika diperdagangkan mixed akhir pekan lalu. Dow Jones naik 0.1% pada level 24,283.1 didukung kenaikan saham Nike. Harga minyak dunia bertahan pada level yang cukup tinggi berpotensi menopang saham sektor pertambangan energi.
Sedangkan bursa regional bergerak negatif siang ini. Berikut pergerakan bursa Asia siang ini:
- Indeks saham Nikkei turun 1,68% ke 21.913,990
- Indeks komposit Shanghai turun 1,39% ke 2.807,680
- Indeks Strait Times berkurang 0,73% ke 3.244,570.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah, Dian Swastika (DSSA) turun Rp 1.075 ke Rp 18.975, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 700 ke Rp 5.700, Indofarma (INAF) turun Rp 610 ke Rp 3.290 dan Merdeka Copper (MDKA) turun Rp 570 ke Rp 2.930. (dna/eds)











































