Kinerja Emiten Peternakan Belum Terpengaruh Flu Burung
Senin, 25 Jul 2005 14:57 WIB
Jakarta - Merebaknya wabah flu burung belum memberi dampak yang signifikan terhadap kinerja emiten sektor peternakan di Bursa Efek Jakarta. Minimnya dampak flu burung terhadap emiten peternakan disebabkan karena kasus ini bukan yang pertama kali muncul, sehingga emiten sudah banyak yang melakukan antisipasi. Hal tersebut berbeda dengan wabah flu burung tahun lalu ketika flu mematikan ini menyerang peternakan terutama ayam, dan banyak emiten yang mengalami penurunan penjualan. "Kita sudah mengantisipasi masalah ini sejak setahun lalu waktu flu burung ditemukan di Cina daratan," kata FX Awi Tantra, Direktur PT Sierad Produce, perusahaan yang bergerak pada industri pakan ternak, Senin (25/7/2005) di BEJ, Jl Sudirman, Jakarta. Indikator tidak terpengaruhnya flu burung terhadap kinerja perseroan menurut Awi, terlihat dari harga ayam, harga ayam layer dan DOC (day old chick) yang stabil. "Harga ayam masih stabil, untuk DOC harganya Rp 2.300 per ekor dan ayam layer Rp 3.000 per ekor. Kami belum menurunkan volume produksi sejauh ini dan daya serap pasar masih oke, khususnya di Jawa Tengah," jelas Awi. Produksi DOC Sierad saat ini mencapai 5-6 juta per bulan. Untuk mengantisipasi serangan flu burung, Awi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bio security. Langkah antisipasi ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari setiap DOC secara berkala. "Apabila didapatkan DOC mengalami penurunan antibodi, maka kita karantina dan diberi vaksin," katanya. Sedangkan Direktur Keuangan PT Cipendawa Agroindustri Tbk (CPDW), Rendra Prpantsa juga mengakui bahwa kinerja perusahaannya belum terpengaruh oleh flu burung. Menurutnya, penjualan Cipendawa untuk DOC yang rata-rata memproduksi 1 juta per bulan tidak mengalami penurunan. Harga DOC dan ayam layer relatif stabil masing-masing pada harga Rp 2.800 dan Rp 3.000 per ekor. Namun baik Awi maupun Rendra mengkhawatirkan kasus flu burung ini menimbulkan dampak eksternal seperti penurunan harga jual, meskipun saat ini belum terjadi. Saat ini harga saham kedua perusahaan yang diperdagangkan di BEJ tidak menglami perubahan. Harga saham Sierad dengan kode SIPD ada di kisaran Rp 80 per saham. Sedangkan harga saham Cipendawa dengan kode CPDW ada di level Rp 490 per saham.
(qom/)











































