Follow detikFinance
Senin, 09 Jul 2018 11:59 WIB

Anak Usaha Pelindo II Tepis Kabar Astra Masuk Pelabuhan Patimban

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Jakarta - Pemerintah membuka peluang bagi perusahaan swasta untuk menjadi pemilik saham di Pelabuhan Patimban. Konsorsium Jepang yang ikut terlibat di dalamnya juga menginginkan agar ada pihak swasta yang ikut memiliki pelabuhan tersebut.

Untuk pihak BUMN sendiri diketahui PT Pelindo II yang akan masuk dalam kepemilikan Pelabuhan Patimban. Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal Chiefy Adi Kusmargono selaku anak usahanya mengatakan setidaknya Pelindo II akan memiliki saham 26% dari pelabuhan itu.

"Patimban, Subang itu masih wilayah operasi Pelindo II. Jadi induk usaha kami minimal dapat 26%," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/7/2018).


Seperti diketahui, konsorsium perusahaan Jepang akan mengapit 49% saham Pelabuhan Patimban. Itu artinya masih ada 25% saham pelabuhan itu yang akan dilelang.

Beredar kabar kuat Grup Astra berminat untuk memilikinya. Namun hal itu dibantah oleh Adi. Dia menegaskan bahwa porsi swasta itu masih dilelang.

"Bukan (Astra), masih dilelang," tegasnya.

Kabar yang beredar Astra ingin masuk ke Pelabuhan Patimban guna mengincar jasa pengelola kendaraan terminal. Jika betul, maka IKT berpotensi kehilangan pendapatan.


Sebab diakui Adi, Astra merupakan salah satu pelanggan terbesarnya. Namun dia menegaskan bahwa pihaknya lah yang akan mengoperasikan terminal kendaraan di Pelabuhan Patimban.

"Nanti induk usaha kami jadi pemilik di situ. Kami jadi operatornya. Jadi Patimban bukan jadi kompetitor kami tapi complement," tambahnya.

Menurut Adi perusahaan otomotif yang kemungkinan akan mendatangkan kendaraan melalui Pelabuhan Patimban hanya Hino dan Nissan. Sementara perusahaan pabrikan lainnya seperti Toyota, Honda, Mitsubishi dan lainnya masih akan melalui Tanjung Priok.

"Jadi kami tidak khawatir. Secara geografis pelabuhan itu paling Hino dan Nissan. Itu pasarnya hanya 1%," tegasnya. (fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed