Follow detikFinance
Rabu, 11 Jul 2018 13:53 WIB

BEI Dorong Jumlah Investor Pasar Modal Tumbuh 25% Setiap Tahun

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia menaikkan target pertumbuhan investor di pasar modal menjadi 25% tahun ini. Sebelumnya BEI menargetkan pertumbuhan jumlah investor tahun ini hanya 15%.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan saat ini jumlah investor yang tercatat memiliki saham sebanyak 721 ribu. Sementara jumlah investor yang tercatat dalam SID sekitar 1,4 juta.

"Jadi sebenarnya masih banyak ruang. Kami menaikkan target jadi 25% setiap tahunnya," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Hasan mengaku optimistis target tersebut bisa tercapai. Sebab BEI memiliki banyak saluran untuk menjangkau masyarakat Indonesia yang belum melek pasar modal.

"Sekarang ada 29 kantor perwakilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ada galeri investasi yang coming soon mencapai 400, perhari ini sudah 388," tuturnya.

Selain itu BEI juga akan aktif menggandeng perusahaan tercatat untuk mengkampanyekan program Yuk Nabung Saham. Setidaknya diharapkan emiten bisa mengajak karyawannya untuk berinvestasi saham

"Ada beberapa emiten yang kita tawarkan dan berminat untuk melakukan edukasi langsung inklusi ke komunitasnya. Baik karyawannya atau stake holdernya. Jadi emiten mulai kita ajak kampanye Yuk Nabung Saham," tambahnya.

Selain itu anggota bursa yang merupakan perusahaan sekuritas juga berniat aktif menyosialisasikan investasi di pasar modal. Bahkan para AB mulai inisiatif untuk membuat produk-produk investasi yang inovatif.

"Misalnya investor saham dengan asuransi. Ada yang dengan perbankan salah satunya BCA. Dia mau prime costumernya yang biasanya investasi di instrumen perbankan mau di-shifting," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga berniat untuk melakukan edukasi guna mendorong investor yang ada agar aktif berinvestasi. BEI menargetkan pertumbuhan investor aktif menjadi 25% setiap tahunnya.

"Kita ada ukuran aktif harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Artinya jika yang tidak trader itu pun kita jadi target, mungkin ada yang tidak aktif harian, tapi ada yang aktif bulanan yang hanya nunggu gajian, ya itu tidak apa-apa," tuturnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed