Follow detikFinance
Rabu, 11 Jul 2018 17:35 WIB

Rupiah Keok Lawan Dolar AS, BI: Kita Respons Tiap Menit

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu terakhir. Saat ini, dolar AS berada di level Rp 14.380.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengatakan, tekanan terberat pada rupiah terjadi pada bulan Mei. Pihaknya pun merespons gejolak rupiah setiap saat, bahkan tiap menit.

"Kalau bicara respons adalah yang kita lakukan jangka pendek, day to day, minute by minute. Saya ingin terus terang saat bulan Mei sebelum libur itu luar biasa tekanannya," kata dia dalam diskusi 'Stabilitas Kurs Ganggu Pertumbuhan Ekonomi?' di Jakarta, Rabu (11/7/2018).


Dia mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat tekanan terhadap rupiah cukup besar. Salah satunya disebabkan oleh kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

"Global menghadapi beberapa episode G7 meeting yang terpecah waktu itu, The Fed menaikkan suku bunga FOMC, European (ECB) juga ada meeting," kata dia.

Kondisi ini diperparah dengan waktu pembayaran dividen. Sehingga, kebutuhan akan dolar AS juga meningkat.

"Dan pada saat itu ada episode pembayaran dividen karena libur panjang, semua front loading ditarik ke belakang, numpuk di situ," ungkapnya.


Sementara itu, dia mengatakan rupiah memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Akan tetapi, pelemahannya tak separah negara lain.

"Year to date sampai hari ini rupiah melemah 5,3%. Kita tidak ingin membandingkan dengan negara lain. Argentina (melemah) 30%, Brasil 17%, Peso, Turki di atas 10%. India pun 7%, kita jaga 5%," tutupnya. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed