Pemerintah Berniat Menambah Lagi Porsi Sahamnya di Indosat
Kamis, 28 Jul 2005 14:57 WIB
Jakarta - Pemerintah berniat menambah lagi porsi sahamnya di PT Indosat Tbk. Padahal pemerintah telah melego 41,94 persen sahamnya di Indosat kepada Singapore Technologies Telemedia (STT), Desember 2002 lalu. Menyesal?Keinginan pemerintah menambah porsi sahamnya di Indosat tersebut disampaikan oleh Wapres Jusuf Kalla usai membuka Musyawarah Besar MKGR Keenam di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (28/7/2005)."Sekarang kita lagi hitung-hitung supaya Indosat membeli saham dari luar kalau ada yang mau jual, karena ini untuk memperbesar kembali posisi pemerintah di Indosat. Kalau memungkinkan dengan berbagai kemungkinan-kemungkinan yang ada," tegas Kalla.Selama sepekan ini, di kalangan pelaku pasar modal memang tengah beredar rumor berita STT akan menjual sahamnya di Indosat. Berkaitan dengan rumor tersebut, Kalla mengaku belum mendengarnya. "Soal indosat, saya belum mendengar adanya keinginan dari STT Singapura untuk membeli saham Indosat," ujarnya. Komposisi pemegang saham Indosat saat ini adalah pemerintah Indonesia (14,7 persen), STT (41,94 persen) dan sisanya publik.STT Singapura pada Desember 2002 lalu ditetapkan sebagai pemenang dalam tender divestasi 41,94 persen saham pemerintah di PT Indonesian Satellite Corporation (Indosat) Tbk.STT membayar harga saham Indosat sebesar Rp 12.950 per saham, mengalahkan pesaingnya, Telekom Malaysia, yang mengajukan penawaran harga Rp 12.650 per saham. Dua calon investor lainnya yang semula masuk babak penawaran akhir, namun tidak memasukkan penawaran sampai deadline adalah Desa Mahir Sdn Bhd (Malaysia) dan Gilbert Global Equity Capital Asia Limited (Hongkong).Namun harga saham Indosat kini sudah melesat jauh dibandingkan harga yang dibayar STT. Pada tahun 2004, Indosat pernah melakukan stock split atau pemecahan saham 1 banding 5. Sementara saat ini harga saham Indosat berada di level Rp 5.700-an.
(qom/)











































