Follow detikFinance
Selasa, 14 Agu 2018 14:01 WIB

Sentimen Negatif Krisis Turki Bikin IHSG Loyo Lagi

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
FOKUS BERITA Krisis Ekonomi Turki
Jakarta - Krisis ekonomi di Turki yang membuat mata uang negara tersebut, yakni lira melemah, berimbas ke nilai tukar rupiah yang juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak kemarin. Hingga hari ini IHSG masih dibayangi oleh sentimen negatif Turki.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyampaikan krisis ekonomi di Turki saat ini mengancam bank-bank di Eropa mengalami kredit macet. Jika itu terjadi maka harus dilakukan bailout atau upaya penyelamatan terhadap bank tersebut.

"Kalau bailout jumlahnya gede mungkin akan menghadapi krisis kayak Yunani dulu. Ini kalau sudah terjadi seperti itu berarti indeks (IHSG) ini akan koreksi, akan fluktuasi," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (14/8/2018).



Ketika terjadi krisis di Turki seperti sekarang ini, pelaku pasar akan memilih meninggalkan emerging market, termasuk Indonesia, sehingga aliran dana asing akan keluar dari pasar saham Indonesia.

"Ketika krisis Turki seperti ini, risiko emerging market meningkat. Jadi orang ninggalin emerging market, termasuk pasar Indonesia, mereka bergerak keluar pasar kita. Nah ini yang jadi kendala kita," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menyampaikan, selain sentimen negatif dari Turki, sebenarnya yang menjadi kekhawatiran pelaku pasar karena hasil rilis sejumlah data makro ekonomi Indonesia.

"Pasar sentimen negatifnya lagi banyak. Cadangan devisa turun, account defisit melebar terhadap GDP, dan lain sebagainya. Jadi karena kondisi rilis data makro menunjukkan penurunanan, artinya pelaku pasar asumsikan nanti ekonomi kita akan seperti Turki," tambahnya.



Diketahui, jeda perdagangan saham siang ini IHSG masih memerah meski sempat hijau tadi pagi. IHSG turun 25,099 poin (0,43%) ke 5.836,147. Indeks LQ45 turun Rp 6,609 poin (0,72%) ke 916,426.

IHGS terseret jatuhnya 7 saham sektoral. Saham sektor barang konsumsi jatuh paling dalam siang ini mencapai 0,81% diikuti saham sektor konstruksi sebesar 0,73%. (dna/dna)
FOKUS BERITA Krisis Ekonomi Turki
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed