Sampai Kapan Pasar Modal RI Kena Dampak Krisis Turki?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 14 Agu 2018 14:19 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pasar modal Indonesia masih konsisten menunjukkan pelemahan sejak kemarin. Hingga jeda siang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 25,099 poin (0,43%) ke 5.836,147. Indeks LQ45 turun 6,609 poin (0,72%) ke 916,426 dibayangi krisis keuangan Turki.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee memperkirakan, IHSG berpeluang terus mengalami koreksi. Celakanya, jika krisis di Turki merembet ke Eropa, IHSG bisa terdampak beberapa bulan.

"Kalau sudah terjadi seperti itu maka indeks ini akan koreksi, fluktuasi dalam periode 2-3 bulan ke depan," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Selasa (14/8/2018).


Akan tetapi, jika tidak merembet hingga ke negara-negara di Eropa, semestinya imbas krisis keuangan di Turki ke pasar saham di Indonesia hanya bertahan dalam hitungan minggu.

"Kalau efeknya Turki cuma berlangsung di Turki saja maka kemungkinan pasar itu cuma akan volatile 1-2 minggu. Itu yang kita tunggu," ujarnya.

"Kita masih menanti, efeknya kan belum terlalu kelihatan. Yang kita lihat sekarang bunga di Turki sudah naik 16% diperkirakan mau naik lagi 19%. Kita tunggu kira-kira setelah kenaikan bunga sebanyak itu apakah lira menguat apa nggak," paparnya.


Dihubungi terpisah, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, pasar saham Indonesia butuh sentimen positif untuk meredam dampak dari Turki.

"Artinya kalau belum ada sentimen positif terutama dari dalam negeri, pasar cenderung melakukan aksi jual. Maka perlu sentimen positif," tambahnya. (ara/ara)