Usai Right Issue, SeaDrill Akan Kuasai 32-37% Saham Apexindo

Usai Right Issue, SeaDrill Akan Kuasai 32-37% Saham Apexindo

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2005 14:38 WIB
Jakarta - Perusahaan perkapalan asal Norwegia, SeaDrill Ltd, akan menguasai 32-37 persen saham di PT Apexindo Pratama Duta Tbk, terkait dengan rencana penerbitan saham baru atau right issue Apexindo. Dalam corporate action tersebut, SeaDrill menjadi pembeli siaga dengan menyediakan dana sekitar US$ 60 juta. Jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 837 juta saham. Apexindo berharap bisa meraup dana US$ 50 juta dari right issue tersebut. Dana dari right issue akan digunakan untuk restrukturisasi utang perseroan. "Dengan adanya restrukturisasi utang, maka batas investasi kita bisa menjadi lebih tinggi," kata corporate secretary Apexindo Ade Satari.Rencananya, Apexindo Jumat (5/8/2005) ini mendaftarkan permohonan right issue ke Bapepam. Pengumuman ke publik dan prospektur ringkas akan dikeluarkan Senin, 8 Agustus. Sementara right issue dilaksanakan 6 September 2005. "Kalau semua berjalan sesuai rencana dan yang lain tidak mengeksekusi haknya, SeaDrill bisa menguasai 37 persen saham Apexindo. Tapi kalau yang lain melaksanakan haknya, SeaDrill hanya bisa memperoleh 32 persen," kata Ade.Ade menjelaskan, saat ini komposisi kepemilikan Apexindo dalah Medco Energi Internasional (77 persen), publik (11,5 persen), pendiri (10,9 persen). Jika right issue dilakukan, kepemilikan Medco berkurang menjadi 52 persen.SeaDrill Ltd merupakan perusahaan yang dimiliki pengusaha perkapalan asal Norwegia John Fredriksen. Apexindo sebelumnya sudah melakukan perjanjian dengan Fredriksen. Dalam penjelasannya ke BEJ 26 Juli 2005, dijelaskan bahwa kerjasama antara Apexindo dan Medco adalah untuk memasarkan dan mengoperasikan armada lepas pantai yang dimiliki SeaDrill di Timur Tengah dan Asia dengan fokus utama pasar Indonesia. Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman kerjasama 26 Juli 2005 lalu, Apexindo memiliki potensi untuk mengoperasikan lebih dari dua kali lipat jumlah anjungan lepas pantai yang dimiliki sekarang menjadi total sebanyak 12 anjungan lepas pantai. SeaDrill merupakan perusahaan yang berpusat di Bermuda dengan kapitalisasi pasar per 9 Juli 2005 sebesar US$ 1 miliar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads