Antisipasi Menjelang Kenaikan Fed, IHSG Melorot 15,504 Poin

Antisipasi Menjelang Kenaikan Fed, IHSG Melorot 15,504 Poin

- detikFinance
Senin, 08 Agu 2005 16:38 WIB
Jakarta - Aksi melepas saham yang dipicu faktor eksternal menyebkan IHSG perdagangan Senin (8/8/2005) melorot tajam hingga 15,504 poin (1,32 persen) pada level 1.158,586. Anjloknya indeks merupakan dampak dari antisipasi pertemuan Bank Sentral AS yang kemungkinan memutuskan kenaikan suku bunga AS di level 3,5 persen. Penurunan indeks juga didorong oleh lonjakan harga minyak dunia hingga mencatat kembali rekor tertingginya.Indeks LQ 45 turun 4,023 poin pada level 254,241, JII turun 3,566 poin pada level 194,091, MBX turun 4,771 poin pada level 311,660 dan DBX turun 0,924 poin pada level 255,268. Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 15.323 kali pada volume 2.521.856 lot saham senilai Rp 1,063 triliun. Sebanyak 23 saham naik, 89 saham turun dan 251 saham stagnan.Saham-saham unggulan mendominasi posisi top loser seperti Astra International (ASII) turun Rp 550 menjadi Rp 11.800, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 5.350, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 5.500, BCA (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.625, Bank Danamon (BDNM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.100 dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 10 menjadi Rp 1.650.Sedangkan saham-saham yang masih mampu mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain Sari Husada (SHDA) naik Rp 175 menjadi Rp 3.075, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 4.575, Sumalindo Lestari jaya (SULI) naik Rp 30 menjadi Rp 1.030, Ciputra Surya (CPRS) naik Rp 10 menjadi Rp 660, Kawasan Industri Jababeka (KIJA) naik Rp 5 menjadi Rp 130. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads