Mengenang Gerakan Cinta Rupiah, Imbauan Jual Dolar AS

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 04 Sep 2018 15:20 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Saat 20 tahun lalu atau tepatnya pada 1998, perekonomian Indonesia dilanda krisis moneter atau yang dikenal dengan istilah krismon. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah sangat dalam membuat harga sembako tinggi karena didominasi banyak barang impor.

Berdasarkan catatan detikFinance, Jakarta, Selasa (4/9/2018), pada saat nilai rupiah terjun bebas muncul gerakan cinta rupiah yang dikemas dalam lagu anak-anak.

Lagu tersebut memiliki niat yang baik untuk menjadikan rupiah sebagai mata uang yang wajib digunakan pada setiap transaksi dan mengajak masyarakat melepaskan dolar yang dimiliki.



Dengan ajakan tersebut dan semakin banyak dolar yang dilepas, maka suplai dolar di pasar terpenuhi, dengan begitu nilai rupiah akan naik.

Gerakan Cinta Rupiah yang diprakarsai oleh putri Presiden Soeharto, Tutut Hadiarti Rukmana itu diiringi oleh munculnya lagu yang berjudul 'Aku Cinta Rupiah' yang dinyanyikan penyanyi cilik Cindy Senora.

Pada saat itu, rentang pelemahan nilai tukar rupiah 732,5% dari Rp 2.000 menjadi Rp 16.650. Lagu ini juga menjadi suatu ajakan pemerintah untuk mencintai dan menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di Indonesia, bahkan melalui lagu ini juga mengajak masyarakat melepaskan dolar AS.

Tak hanya itu, upaya Mbak Tutut mengajak masyarakat melepas valas saat itu juga melibatkan sejumlah artis ternama, salah satunya penyanyi senior Titiek Puspa. Meski belum separah waktu krisis 1998, banyak kalangan yang menilai pelemahan nilai tukar yang terjadi saat ini pun harus segera diatasi pemerintah dan otoritas terkait.

(hek/eds)