Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Sep 2018 15:37 WIB

Rupiah Tertekan Dolar AS, Jasa Marga Tahan Tarik Utang Baru

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani Foto: Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani
Jakarta - Kondisi ekonomi makro yang tengah dalam gempuran sentimen global membuat Jasa Marga harus menahan diri untuk menarik utang. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat menjawab kemungkinan akan dilakukannya project bond kembali oleh anak usaha untuk pendanaan investasi perseroan.

"Belum. Kita masih tunggu makronya. Melihat Kondisi makronya tahun ini kan. Belum ada target. Dan nanti kita lihat bagaimana calon investasi," kata Desi usai RUPS Jasa Marga di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Tertekannya dolar AS sendiri tak mempengaruhi pembangunan jalan tol perseroan. Namun pelemahan rupiah tadi membuat kondisi makro menjadi perhatian perseroan untuk mencari lagi sumber pendanaan dalam rangka menggenjot investasi.



Jasa Marga sejauh ini telah melakukan berbagai skema pendanaan untuk memenuhi pembiayaan investasinya. Namun utang yang ditarik perseroan dijamin aman karena bentuknya dalam rupiah.

Desi meyakini investasi jalan tol di Indonesia akan terus berkembang seiring pembangunan infrastruktur yang ingin digenjot pemerintah. Bahkan Jasa Marga berhasil menarik utang dalam bentuk rupiah meski mendapatkannya dari investor luar negeri seperti yang dilakukan lewat Komodo Bonds.

"Berati kita dianggap punya struktur modal yang kuat sehingga dia percaya kalau dia invest di Jasa Marga dapet yield yang baik," pungkasnya.

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed