SEC menuduh Musk mengeluarkan pernyataan palsu dan menyesatkan dan tidak memberitahu regulator tentang rencana transaksi material perusahaan. Akibat rencana penuntutan itu, saham produsen mobil ini turun lebih dari 13% pada perdagangan kemarin.
"Seorang CEO itu memiliki tanggung jawab terhadap para pemegang sahamnya. Tanggung jawab itu termasuk dalam berhati-hati dalam memberikan pernyataan baik dalam bentuk pernyataan secara formal, ataupun melalui media sosial seperti Twitter," kata co-Direktur Divisi Penegakan SEC, Stephanie Avakian dilansir daru CNBC, Jumat (28/9/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut Musk, dia menghitung harga US$ 420 per saham berdasarkan pada 20% saham yang tersebar atas harga penutupan saham hari itu," kata SEC.
Musk juga tidak memberi tahu regulator tentang rencananya untuk membawa perusahaannya Going-Private. Padahal karena kabar itu saham Tesla sudah melambung.
Dewan direksi Tesla pada awalnya membentuk komite khusus untuk mengevaluasi proposal rencana itu, dan Musk mengatakan dia telah menyewa penasihat keuangan untuk membantunya. Tapi Musk akhirnya membatalkan rencana privatisasi pada 24 Agustus kemarin.
Menanggapi hal itu, Musk mengaku kecewa dengan tuntutan SEC. Dia merasa tidak melacurkan integritasnya.
"Tindakan tidak adil ini oleh SEC membuat saya sangat sedih dan kecewa. Saya selalu mengambil tindakan demi kepentingan berdasarkan kebenaran, transparansi, dan investor. Integritas adalah nilai terpenting dalam hidup saya dan fakta-fakta akan menunjukkan saya tidak pernah mengkompromikan ini dengan cara apa pun," tuturnya.
Baca juga: Perjalanan Nick Woodman Besarkan GoPro |
Tonton juga 'Tangis Elon Musk Pecah Demi Pertahankan Tesla':
(das/eds)











































