Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 28 Sep 2018 15:43 WIB

'Iron Man' Dituntut, Saham Tesla Anjlok 12%

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: REUTERS/Joe Skipper/ Foto: REUTERS/Joe Skipper/
Jakarta - CEO Tesla Elon Musk dituntut oleh otoritas bursa Amerika Serikat lantaran dituding melakukan penipuan. Pria yang dijuluki Iron Man itu telah memberikan pernyataan yang dianggap penipuan dan menyesatkan.

Melansir CNN, Jumat (28/9/2018), penuntutan itu menjadi sentimen negatif bagi pergerakan saham Tesla. Pada perdagangan Kamis kemarin saham Tesla sudah anjlok 12% ke level US$ 270 per lembar saham.

Jika lihat sejak Musk memberikan pernyataan di Twitter, terhitung saham Tesla sudah anjlok 29%.

Saat itu Musk mengeluarkan pernyataan bahwa Tesla akan dibuat menjadi perusahaan tertutup atau keluar dari papan perdagangan saham. Dia menyebut sudah ada investor yang mau membeli sahamnya di harga US$ 420.



Saat itu investor menilai kesepakatan itu benar terjadi dan akan selesai. Pada akhirnya harga saham Tesla akan mencapai level itu.

Namun ternyata investor skeptis tidak pernah percaya kepada Musk. Saham Tesla tidak pernah mendekati level US$ 420 per saham. Paling tinggi di level US$ 387,46 pada 7 Agustus saat cuit itu dilayangkan.

Penurunan harga saham Tesla berpotensi berlanjut. Sebab Tesla juga telah membakar uang untuk membangun pabrik dan memproduksi mobil yang mahal.

Perusahaan juga membutuhkan uang untuk membayar utang sekitar US$ 1 miliar pada Februari 2019. Sebagian besar utang itu akan dikonversi menjadi saham jika harganya bertahan di atas US$ 360. Namun sepertinya itu tidak mungkin.





Tonton juga 'Tangis Elon Musk Pecah Demi Pertahankan Tesla':

[Gambas:Video 20detik]

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed