Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 10 Okt 2018 09:49 WIB

Garudafood dan The Duck King Melantai di Bursa, Sahamnya Meroket

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Perusahaan konsumer ternama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk akhirnya resmi melantai pasar modal. Kedatangan perusahaan ini disambut baik oleh pelaku pasar.

Saat dicatatkan pertama kali saham berkode GOOD langsung melejit 49,81% atau langsung terkena auto reject. Nilai saham GOOD bertambah Rp 640 dari harga penawaran Rp 1.285 menjadi Rp 1.925.

Di level itu, saham GOOD sudah ditransaksikan sebanyak 28 lot senilai Rp 5,39 juta dalam 3 kali transaksi.

Berbarengan dengan Garudafood, PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) juga mencatatkan sahamnya hari ini. Sama dengan GOOD, saham DUCK juga langsung terkena auto reject lantaran langsung melompat 49,5%.


Tercatat saham dari pengelola restoran The Duck King langsung menguat Rp 250 dari harga penawaran Rp 505 menjadi Rp 755. Di level itu saham DUCK sudah ditransaksikan sebanyak 36 lot senilai Rp 2,72 juta dengan hanya 2 kali transaksi.

"Setelah menjadi perusahaan publik kami harap perusahaan bisa meningkatakan performance. Mereka contoh perusahaan yang memanfaatkan posisi mereka sebagai perusahaan publik untuk menjaring dana," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Dalam aksi korporasi ini, Garudafood melepas sebanyak 762,84 juta lembar. Jika dikalikan dengan harga penawaran maka perusahaan memperoleh dana segar sebesar Rp 979,48 miliar.

Namun saham yang dilepas itu terbagi-bagi, yakni sebanyak 727,84 juta lembar dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (Obligasi Wajib Konversi) kepada Pelican Company ltd. Selain itu ada juga porsi 2,8 juta saham untuk program alokasi saham karyawan. Sehingga yang benar tersebar untuk publik hanya 32,2 juta lembar.

Sedangkan DUCK menawarkan sebesar 513.330.000 lembar saham atau sekitar 40% dari modal yang ditempatkan. Jika dihitung dari harga penawaran maka perusahaan mendapatkan dana segar Tp 259,23 miliar.


Perseroan mengadakan program Employee Stock Allocartion (ESA) dengan mengalokasikan 0,006% dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan atau sebanyak 30.000 saham. Selain itu, Perseroan juga menerbitkan opsi saham untuk program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP) sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO atau sebanyak-banyaknya 128.333.000 lembar saham. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed