BES Baru Akan Kaji Merger dengan BEJ Tahun Depan
Sabtu, 20 Agu 2005 13:38 WIB
Jakarta - Tidak mau buru-buru. Iitulah sikap Bursa Efek Surabaya (BES) menanggapi rencana merger dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang diprogramkan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tahun 2008.BES baru melakukan kajian merger tersebut pada tahun depan. Sedangkan tahun ini BES akan memprioritaskan peningkatan likuiditas perdagangan obligasi dan meluasnya basis investor."Kita tidak mau buru-buru mengkajinya, masih banyak yang harus diprioritaskan pengerjaannya tahun ini, seperti mengembangkan pasar obligasi untuk investor ritel," kata Direktur BES Guntur T Pasaribu, Sabtu (20/8/2005).Yang jelas, kata Guntur, BES tidak masalah terhadap rencana merger tersebut. Dia mengaku belum mengetahui bagaimana konsep merger yang akan dilakukan ini. "Kita tidak mempermasalahkan merger atau tidak, itu tergantung pemegang saham dan pemerintah," ujarnya.Rencana induk master plan Pasar Modal Indonesia 2005-2009 yang ditandatangani Menteri Keuangan Jusuf Anwar dan Ketua Bapepam Darmin Nasution menjadwalkan rencana merger dilaksanakan pada tahun 2008. Merger kedua bursa ini merupakan upaya restrukturisasi lembaga bursa efek untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Merger juga dalam rangka demutualisasi bursa efek. Tujuannya antara lain memperluas kepemilikan saham bursa efek, meningkatkan alternatif sumber dana untuk pengembangan bursa, serta menghindarkan benturan kepentingan antara bursa dan anggota bursa sebagai pemegang saham. Hal ini juga sejalan dengan struktur beberapa bursa efek dunia yang mengalami perubahan signifikan dengan membentuk aliansi atau merger dengan bursa lain. Tujuannya, selain meningkatkan efisiensi dan likuiditas juga untuk mengikuti perkembangan arus ekuitas (modal) yang lintas batas. Guntur juga melihat, merger bukanlah sesuatu yang luar biasa karena seperti sebuah perusahaan, ini adalah aksi korporasi saja. Sehingga perdagangan obligasi atau derivatif lainnya di BES tetap bisa terlaksana meskipun dilakukan merger.Sebelumnya pernah mengemukaka wacana merger yang bisa dilakukan BEJ dan BES. Salah satunya membentuk holding (induk perusahaan) dengan nama Bursa Indonesia. Nantinya holding ini akan memiliki dua anak perusahaan yakni BEJ dan BES. Ada juga wacana agar kedua bursa ini langsung dileburkan menjadi satu dengan produk perdagangan yang luas.
(ir/)











































