Banyak Saham Baru Harganya Melejit, BEI: Karena Ada Diskon

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 26 Nov 2018 12:58 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Tahun ini begitu banyak perusahaan yang mencatatkan sahamnya di pasar modal. Bahkan jumlahnya memecahkan rekor, sudah ada 51 perusahaan baru yang melakukan pencatatan saham di tahun ini.

Mayoritas saat pencatatan, saham-saham anyar itu melejit drastis. Kebanyakan di hari pertama bahkan saat menit pertama saham-saham emiten baru langsung terkena auto reject karena melambung terlalu tinggi. Adapula kenakkannya berlanjut di hari-hari berikutnya.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna kenaikan saham-saham baru itu lumrah terjadi. Sebab biasanya saat proses penawaran umum saham perdana (IPO) biasanya perusahaan memberikan diskon atas sahamnya.

"Itu menunjukan bahwa perusahaan yang melakukan penawaran umum itu memang harganya terdiskon 20-30%. Sehingga pada hari pertama terjadi kenaikan itu namanya IPO underpricing," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Nyoman menjelaskan, pada saat proses bookbuilding biasanya pihak perusahaan bersama dengan sekuritas yang ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi (under writer) menyambangi investor-investor institusi. Nah saat itu biasanya investor institusi memberikan masukan tentang harga, alias menawar sebelum terjadinya pembentukan harga.

"Jadi itu masukan dari investor, sehingga akan bertemu harganya, sehingga bisa terjual kepada investor. Pembentukan harga ya dilakukan dari proses bookbuikding," tambahnya.

Nyoman menambahkan, biasanya yang juga terjadi banyak di pasar modal di luar negeri diskon harga yang terjadi sekitar 20-30%. Bahkan di negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat (AS) terkadang terjadi diskon hingga 50%.


Meski begitu, dia menekankan bahwa BEI tetap melakukan pengawasan terhadap proses pembentukan harga yang terjadi. Jika harga saham baru meroket lebih dari perkiraan yang wajar itu BEI akan menyelidikinya.

"Tentu kita melakukan review kalau kenaikannya sampai 70%. Bagaimana proses pada saat bookbuilding, informasi dan pricing di hari pertama sampai beberapa hari berikutnya," tambahnya.




Tonton juga 'Pak JK, Kenapa RI Cuma Ingin Caplok 51% Saham Freeport?':

[Gambas:Video 20detik]

Banyak Saham Baru Harganya Melejit, BEI: Karena Ada Diskon
(das/ang)