Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Jan 2019 14:27 WIB

Modal Asing Masuk Rp 6,8 T Bikin Rupiah Makin Pede

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo/Foto: Sylke Febrina Laucereno Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo/Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) beberapa waktu terakhir tercatat mengalami penguatan. Penguatan rupiah didorong oleh tensi perang dagang AS-China yang mereda.

"Kita lihat dari sisi eksternal gambaran secara global seperti trade war itu sudah menghasilkan keputusan yang positif," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).

Dia menambahkan, pernyataan bank sentral AS atau The Federal Reserve yang dovish menandakan masih menimbang-nimbang untuk kenaikan bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR).

"Itu akan menenangkan pasar keuangan secara keseluruhan, FFR mungkin masih akan naik, tapi akan lebih rendah dari perkiraan awal tahun," ujar Dody.


Kemudian jika dari sisi domestik saat ini terjadi aliran modal asing masuk yang cukup besar pada periode year to date (ytd) Januari. Modal masuk secara neto hingga minggu pertama Januari 2019 ini tercatat Rp 6,8 triliun.

Aliran modal ini masuk melalui instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat berharga negara (SBN), saham, obligasi korporasi hingga SBN syariah.

"Gambaran ini positif dan membuat rupiah mengalami apresiasi secara year to date 1,8%," jelas dia.

Dody menjelaskan bank sentral tidak bisa menyebutkan berapa idealnya nilai tukar rupiah. Namun BI berupaya untuk menjaga nilai rupiah sesuai dengan fundamentalnya.

Ke depan, BI akan mengamati pergerakan nilai tukar dari risiko jangka pendek. Hal ini karena kondisi global masih mempengaruhi pergerakan nilai dolar AS terhadap mata uang di dunia.


Selain itu perekonomian negara lain seperti Eropa dan China yang mengkoreksi pertumbuhan akan pengaruh ke perekonomian negara lain. Kemudian pertumbuhan ekonomi AS diprediksi tidak secepat tahun-tahun sebelumnya.

"Dukungan positif dari sisi domestik juga mendorong membaiknya nilai tukar seperti cadangan devisa yang membaik dan perekonomian hingga konsumsi yang membaik.

Mengutip Reuters nilai dolar AS tercatat Rp 14.030 siang ini tertinggi sempat menyentuh Rp 14.090. Sementara itu berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Rp 14.076. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed