IHSG Terhempas Aksi Ambil Untung
Selasa, 13 Sep 2005 16:44 WIB
Jakarta -
Aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan investor menghempaskan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (13/9/2005) ke level 1.085,744 atau turun 19,913 poin.Saham-saham blue chip seperti Telkom, Astra International dan beberapa emiten perbankan yang dianggap sudah over bought (jenuh beli) banyak dilepas investor untuk merealisasikan keuntungan (gain). "Penurunan indeks murni karena aksi profit taking terhadap saham blue chip. Sebab nilai tukar rupiah rupiah dan minyak dunia relatif stabil," ujar Edwin Sinaga, analis dari Kuo Capital Raharja, Selasa (13/9/2005). Indeks LQ-45 turun 5,508 poin pada level 238,128, JII (Jakarta Islamic Index) turun 5,050 poin pada level 183,825, MBX (Main Board Index) turun 5,814 poin pada level 295,129 dan DBX (Development Board Index) turun 2,490 poin pada level 226,505.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 15.836 kali, pada volume 2.479.128 lot saham, senilai Rp 1,167 triliun. Hanya 26 saham yang mengalami kenaikan harga. Selebihnya 87 saham turun dan 249 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top looser di antaranya Telkom (TLKM) turun Rp 300 menjadi Rp 5.300, Astra International (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 11.050, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.525, United Tractors (UNTR) turun Rp 125 menjadi Rp 3.875 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.750.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer di antaranya Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 20 menjadi Rp 1.430, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 10 menjadi Rp 830, Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 10 menjadi Rp 660, GT Petrochem Industry (ADMG) naik Rp 15 menjadi Rp 380, dan Arpeni Pratama Ocean Line (APOL) naik Rp 10 menjadi Rp 650.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
