ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Mar 2019 13:46 WIB

Menghitung Cuan dari Surat Utang Syariah SR-011

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah mulai hari ini hingga 21 Maret 2019 membuka penawaran sukuk negara ritel seri SR-011. Instrumen ini diterbitkan dengan tingkat imbalan atau kupon tetap 8,05% per tahun.

SR-011 disebut-sebut memiliki beberapa feature keunggulan, seperti dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah dua periode imbalan atau sejak 11 Juni 2019. Kuponnya sendiri dibayarkan setiap tanggal 10 setiap bulannya.

SR-011 hanya ditujukan kepada investor individu Warga Negara Indonesia (WNI). Angka minimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp 1 juta dan maksimum dibatasi hingga Rp 3 miliar.


Sukuk ritel ini memiliki underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) dan proyek APBN tahun 2019. Sehingga instrumen ini dianggap minim risiko.

Lalu berapa si keuntungannya jika membeli SR-011 ini?

detikFinance mencoba memberikan simulasi perhitungannya. Jika membeli SR-011 dengan nilai Rp 10.000.000 maka pembayaran kupon sebesar 8,05% mencapai Rp 805.000 per tahun.

Kupon ini dibayarkan setiap bulannya. Maka pembayaran kupon kotor per bulan mencapai Rp 805.000 : 12 = Rp 67.083.

Pemerintah sendiri mengenakan pajak untuk instrumen sukuk sebesar 15%. Hitungannya jika dikurangi pajak Rp 67.083 x 15% = Rp 10.062. Nah setelah dikurangi pajak maka kupon yang diterima setiap bulannya mencapai Rp 57.020.


Jika dihitung per tahun maka keuntungan bersih dari kupon Rp 57.020 x12 = Rp 684.249. SR-011 ini memiliki tenor 3 tahun, jika dikalikan 3 tahun kupon bersihnya mencapai Rp 2.052.748.

Namun SR-011 berisfat tradeble, artinya investor jika membutuhkan dana bisa mencairkannya dengan menjual di pasar sekunder. (das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com