Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Mar 2019 14:11 WIB

Kalkulasi Anies: Lepas Saham Anker Bir, DKI Bisa Raup Rp 1,2 T

Zunita Putri - detikFinance
Foto: Faiq Hidayat/detikcom Foto: Faiq Hidayat/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membeberkan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta membahas saham di PT Delta Djakarta Tbk, produsen Anker Bir. Pertemuan membahas saham pemprov di emiten berkode DLTA itu berlangsung Mei tahun lalu.

Menurut Anies dalam pertemuan itu dia menyampaikan porsi kepemilikan Pemprov DKI Jakarta di saham produsen Anker Bir bernilai sekitar Rp 1,2 triliun.

"Saya sampaikan bahwa bulan Mei yang lalu kami sudah sampaikan ke dewan (DPRD) bahwa DKI memiliki dana kurang lebih Rp 1,2 triliun yang diparkir di perusahaan bir," ujar Anies di sela-sela kunjungan ke SDN Pondok Labu 01, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).


Bukan itu saja, Anies bilang, dia juga menjelaskan kepada DPRD DKI Jakarta dana sebesar itu bisa dipakai membangun sekolah. Jumlahnya bisa lebih dari 100 sekolah.

Usulan itu sudah disampaikan ke pimpinan DPRD DKI Jakarta, namun menurut Anies belum diproses.

"Kami memandang dana itu lebih bermanfaat bila digunakan untuk pembangunan sekolah seperti ini. Kita bisa membangun lebih dari 100 sekolah seperti ini dengan dana yang ada itu bisa dapat 240 bisa, nah kita sudah ajukan kemudian ketua dewan menyampaikan belum diproses," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja itu.


Anies menambahkan, sejak awal mempertanyakan di mana unsur pembangunannya Pemprov DKI punya saham di produsen bir. Jika tidak ada unsur pembangunannya, menurut Anies, sebaiknya dipakai untuk pembangunan yang lebih bermanfaat bagi warga DKI Jakarta.

"Kami dari awal mempertanyakan, di mana unsur pembangunannya dalam sebuah BUMD memproduksi bir, di mana unsur pembangunannya? Kalau nggak ada unsur pembangunan jangan badan usaha milik daerah, silakan kalau swasta berusaha tapi kalau negara, kalau membuat perusahaan harus ada unsur pembangunan," tegas Anies.

Sebagai informasi, Saham Pemprov DKI Jakarta di DLTA meningkat menjadi 26,25%. Sebelumnya, saham Pemprov tercatat 23,33%. Berdasarkan keterangan Pemprov DKI Jakarta, jumlah saham di DLTA pada tahun 1970 sebesar 23,34%, kemudian, ditambah milik Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BP IPM Jaya) yang juga milik Pemprov DKI sebesar 2,91%.


Kalkulasi Anies: Lepas Saham Anker Bir, DKI Bisa Raup Rp 1,2 T
(zap/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed