Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 11 Mar 2019 12:19 WIB

Bukit Asam Siapkan Rp 81 T untuk 2 Proyek Hilirisasi

Danang Sugianto - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyampaikan saat ini perusahaan tengah melakukan hilirisasi atas produknya. Hal itu menjawab tantangan dari pemerintah.

Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menjelaskan ada dua proyek hilirisasi yang tengah dilakukan PTBA yakni proyek gasifikasi di Tambang Peranap dan Tambang Tanjung Enim. Perusahaan masih menghitung nilai investasi dari kedua proyek hilirisasi tersebut, namun totalnya diperkirakan mencapai US$ 5,8 miliar atau setara Rp 81,2 triliun.

"Belanja modal investasi itu masih dalam kajian yang lebih detail. Tapi perkiraan untuk Tambang Peranap US$ 2,7 miliar, lalu yang Tanjung Enim US$ 3,1 miliar. Kenapa lebih mahal, karena produknya lebih variatif. Kan Tanjung Enim kan jadi sn gas, lalu jadi pupuk, methanol, DME dan juga jadi petrokimia," ujarnya di Hotel Fairmont, Jakarta, Senib (11/3/2019).



Untuk proyek hilirisasi Tambang Peranap PTBA akan memproduksi olahan batubara untuk menjadi dimethyl ether (DME) atau substitusi pengganti LPG. Untuk proyek itu perusahaan bekerjasama dengan Pertamina selaku offtaker DME dan selaku pemilik teknologi gasifikasi batubara.

Kerjasama itu sudah ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman yang dilakukan di Allentown, Amerika Serikat pada 7 November 2018. Kemudian pada 16 Januari 2019 dilanjutkan dengan penandatanganan kerangka kerjasama pendirian Joint Venture Company.

Proyek itu ditargetkan akan selesai dan mulai berproduksi pada 2023 dengan konsumsi batubara sebesar 9,2 juta ton per tahun.

Sementara untuk proyek hilirisasi di Tambang Tanjung Enim PTBA juga telah menandatangani Head of Agreement dengan Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan PT Chandra Asri Petrochemical pada 8 Desember 2017 dan telah dilanjutkan dengan pencanangan pembangunan pabrik coal to urea-DME-Polypropelene di mulut tambang. Konsumsi batu bara nya diperkirakan mencapai 6,2 juta ton per tahun.

Untuk dananya, Arviyan berharap para investor dalam proyek tersebut juga bisa ikut mendanai.


(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed