Pabrik Berhenti Produksi, BEJ Suspensi Saham Semen Cibinong
Senin, 26 Sep 2005 10:01 WIB
Jakarta -
Bursa Efek Jakarta (BEJ) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) PT Semen Cibinong Tbk (SMCB), karena berhentinya produksi pabrik semen di Cilacap.Bursa memutuskan suspensi SMCB selama satu hari bursa yaitu pada Senin (26/9/2005) mulai pra pembukaan pukul 09.10 waktu Jakarta Automatic Trading System (JATS). "Pada saat ini BEJ sedang meminta penjelasan lebih lanjut terkait dengan penghentian pabrik Cilacap unit 1," kata Yose Rizal, Kepala Divisi Pencatatan Sektor Rill BEJ, Senin (26/9/2005).Manajemen Semen Cibinong mengatakan, kenaikan harga minyak diesel memaksa perseroan mencari solusi yang lebih murah dengan menggunakan energi listrik milik PLN. Proses pengalihan tersebut membutuhkan waktu sekitar enam bulan.Pabrik Cilacap Unit 1 diperkirakan baru akan produksi kembali pada 1 April 2006. Semen Cibinong memiliki dua pabrik di Cilacap yang setiap tahun memproduksi 4,1 juta ton semen. Semen Cibinong saat ini mayoritas kepemilikan sahamnya dikuasai oleh Holcim Participations (Mauritius) Ltd sekitar 77,3 persen. Perusahaan memiliki pangsa pasar semen ketiga setelah PT Semen Gresik Tbk dan PT Indocement Tunggal Prakarsa.Pada penutupan pasar Jumat pekan lalu (23/9/2005) saham ini bertengger di level Rp 445 per saham.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































