Pasar Tak Kondusif, Jatis Tunda IPO Akhir November

Pasar Tak Kondusif, Jatis Tunda IPO Akhir November

- detikFinance
Rabu, 28 Sep 2005 12:46 WIB
Jakarta - PT Jati Piranti Solusindo (Jatis Solutions) memilih menunda pencatatan IPO sahamnya sampai akhir November 2005, karena pasar saham sekarang dinilai belum kondusif.Semula saham ini akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta pada 6 Oktober 2005. Perseroan juga mengurangi jumlah saham yang dilepas dari semula 30 persen menjadi 25 persen."Kita menilai pasar saat ini tidak kondusif, yang paling tepat adalah menunda sampai akhir November," kata Wakil Presiden Jatis Indra Suryawan ketika dihubungi detikcom, Rabu (28/9/2005).Diakui Indra, penawaran awal saham yang dilakukan tidak ada masalah, penundaan semata-mata dilakukan untuk mencari waktu yang tepat pelepasan saham ini. Indra memperkirakan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) akan keluar pada pertengahan November. Sehingga paling cepat minggu ketiga November saham ini sudah bisa dicatatkan di BEJ.Indra juga menjelaskan, perseroan hanya akan menerbitkan 25 persen saham ke publik. Rencana semula divestasi saham pendiri, yakni Firium Solutions (Asia Pacific) Pte. Ltd sebesar lima persen secara bersamaan dibatalkan."Setelah rapat dengan manajemen, akhirnya diputuskan saham yang dijual adalah saham baru dan divestasi pemilik ditunda," katanya.Saham yang diterbitkan sebesar 25 persen ini setara dengan 164.413.000 saham baru. Dana hasil IPO, menurut Irwan, seluruhnya akan masuk ke perusahaan. Sebanyak 50 persen akan digunakan untuk modal kerja, dan sisanya digunakan untuk membiayai penelitian, pengembangan produk serta pasar produk.Dalam book building (penawaran awal) yang telah dilakukan pada 23 Agustus hingga 6 September 2005, menurut Irwan, saham Jatis mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe). "Tapi yang berhak menjelaskan adalah penjamin emisi," ujarnya.Semula saham ini ditawarkan di kisaran harga Rp 220 hingga Rp 275 per saham dengan nilai nominal Rp 100. Namun karena melihat pasar saham yang kurang kondusif, Jatis merevisi kisaran harga penawaran itu menjadi Rp 215 hingga Rp 220 per saham. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads