Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Apr 2019 17:31 WIB

Jika Jokowi 2 Periode, IHSG Diprediksi Tembus 6.900

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dalam hasil hitung cepat atau quick count. Kabar ini disambut baik oleh para pelaku pasar modal.

Equity Strategist DBS Joanne Goh mengatakan, pelaku pasat berharap, jika Jokowi kembali memimpin negara akan muncul kestabilan dan keberlangsungan kebijakan yang sudah dibuat.

"Pemodal dapat mengetahui apa yang bisa diharapkan berdasarkan atas rekam jejak periode pertama Jokowi. Pembangunan infrastruktur akan berlanjut, disertai rencana lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/4/2019).

Penekanan lain, lanjut Joanne, Jokowi akan melanjutkan pemerataan kekayaan dan pengembangan desa di luar Jawa. Jokowi juga dianggap berencana melanjutkan reformasi birokrasi dan menarik lebih banyak penanaman modal ke bidang manufaktur untuk mengurangi ketergantungan akan sumber daya alam dan mineral.

"Kami yakin bahwa pemodal akan memberikan tanggapan positif terhadap hasil Pemilu itu. Selama masa jabatannya, Indonesia berhasil menaikkan peringkatnya menjadi peringkat investasi dan berhasil melalui krisis mata uang pasar negara berkembang dalam skala kecil pada 2018 tanpa menimbulkan banyak dampak negatif pada pertumbuhan serta sistem keuangan," tambahnya.


Dengan kemenangan Jokowi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipercaya akan melanjutkan penguatan. Bahkan menurutnya IHSG bisa tembus 6.900.

"Kami menegaskan peringkat Overweight kami untuk Indonesia, dan meningkatkan target IHSG kami dari 6.500 menjadi 6.900 berdasarkan atas perkiraan keuntungan 16x dalam 12 bulan ke depan," terangnya.

Untuk sektor saham yang akan mendapat manfaat selama masa jabatan baru Jokowi mencakup sektor terkait infrastruktur, seperti, konstruksi, jalan tol, dan semen. Selain itu sektor properti juga akan positif dengan asumsi bahwa Jokowi dapat meningkatkan investasi dan manufaktur.

"Perusahaan milik negara, seperti, di sektor energi dan perbankan, juga akan terus mendapat manfaat dari reformasi yang sedang berlangsung di kedua sektor itu," tutupnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed