Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 20 Apr 2019 20:02 WIB

Kapan Harga Saham Saratoga Bisa Naik Lagi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Pasca pengumuman hasil hitung cepat, pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno kalah dibandingkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Hasil quick count ini turut mempengaruhi pergerakan harga saham PT Saratoga Investama Sedaya, yakni perusahaan yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menjelaskan pada awal 2019 saham Saratoga mendapatkan katalis positif dari majunya Sandiaga Uno dalam kontestasi pemilihan presiden.

Dia menjelaskan, akibat sentimen positif tersebut mampu mengurangi tekanan negatif dari kinerja Saratoga pada 2018 yang mencatatkan kerugian bersih.

"Bahkan harga saham Saratoga di awal tahun 2019 naik jadi Rp 4.490 pada Maret dari sebelumnya Rp 3.750," ujar Alfred kepada detikFinance, Sabtu (20/4/2019).



Dia mengungkapkan, pasca pilpres yakni 17 April 2019 saham Saratoga kembali terkoreksi ke level Rp 3.780.

Menurut Alfred, pasca kekalahan hasil quick count, pasar melihat sentimen positif Pilpres di saham Saratoga berakhir.

"Ini yang menyebabkan saham Saratoga terkoreksi. Untuk pergerakan sahamnya ke depan, masih harus menunggu rilis kinerja kuartal I 2019," imbuh Alfred.

Jika Saratoga bisa membukukan laba bersih pada kuartal I 2019 maka ini bisa menjadi sinyal positif untuk saham Saratoga. "Investor juga menunggu rilis kinerja Saratoga tersebut," jelas dia.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed