Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 09:54 WIB

Pasca Bom Sri Lanka, Perdagangan Bursa Kolombo Libur

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: REUTERS/Dinuka Liyanawatte Foto: REUTERS/Dinuka Liyanawatte
Jakarta - Bursa Efek Kolombo tidak dibuka pada Senin ini setelah serangkaian pemboman di Sri Lanka yang menewaskan lebih dari 200 orang pada hari Minggu (21/4) kemarin. Demikian dikutip detikFinance dari Financial Times, Senin (22/4/2019).

Sri Lanka masih terus siaga setelah rangkaian bom pada hari Minggu kemarin telah menewaskan sekitar 207 orang di gereja dan hotel. Peristiwa tersebut tercatat menjadi kekerasan paling mematikan sejak berakhirnya perang saudara di negara itu pada tahun 2009.



Menteri pertahanan Ruwan Wijewardene, mengatakan 13 orang telah ditahan sehubungan dengan ledakan tersebut. Pemerintah Sri Lanka menerapkan jam malam di seluruh negeri hingga waktu yang tidak ditentukan menyusul serangan terkoordinasi di sejumlah gereja dan hotel pada Minggu (21/4).

Setelah berkonsultasi dengan Komisi Sekuritas dan Pertukaran Sri Lanka, setelah jam malam diberlakukan di negara itu, pasar tidak akan dibuka pada hari Senin ini untuk keselamatan dan keamanan peserta pasar.

"SEC dalam konsultasi dengan CSE akan melakukan penilaian berkelanjutan terhadap kondisi yang diperlukan untuk mengatur pasar, dan akan berkomunikasi lebih lanjut," tulis sebuah pernyataan.

(eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed